SEKATAK – Sabtu (23/5/2026), Siang itu di Desa Sekatak Buji tidak seperti biasanya. Matahari baru saja naik di atas langit Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, ketika aktivitas warga masih berjalan tenang di permukiman yang berada di Jl. Pangeran Muda RT 001. Suasana kampung yang biasanya diisi suara anak-anak dan aktivitas dapur rumah tangga perlahan berubah menjadi kepanikan yang tak terduga.
Sekitar pukul 10.30 WITA, sebuah bau gosong yang samar namun mengganggu mulai tercium oleh warga. Tidak ada yang langsung menyadari bahwa aroma itu adalah pertanda awal dari sebuah peristiwa besar yang akan mengubah wajah permukiman dalam hitungan menit.
Salah satu warga, seorang ibu rumah tangga berinisial J (35), menjadi saksi awal dari rangkaian kejadian yang kemudian berkembang menjadi kebakaran besar. Ia mengingat jelas bagaimana percakapan sederhana di pagi itu berubah menjadi kepanikan.
“Awalnya saya datang ke rumah Mama Aco, lalu kami sama-sama mencium bau gosong. Saya tanya apakah sedang memasak, tapi beliau bilang tidak sedang memasak,” tutur J dengan suara lirih, seakan masih mencoba mengulang kembali detik-detik yang terjadi begitu cepat.
Namun ketenangan itu tidak bertahan lama. Dalam hitungan menit, suara teriakan anak dari rumah tersebut memecah suasana.
“Tidak lama kemudian anaknya berteriak ada api di dapur. Saat kami lihat, api sudah membesar di bagian belakang dapur,” lanjutnya.
Api yang awalnya hanya terlihat kecil di bagian dapur belakang sebuah rumah, dengan cepat berubah menjadi kobaran besar. Bangunan rumah yang berdempetan, ditambah material kayu yang mendominasi sebagian besar rumah warga, membuat api menjalar tanpa kendali.
Warga berhamburan keluar rumah, sebagian mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya. Ember air, selang kecil, hingga teriakan meminta bantuan menjadi bagian dari upaya darurat yang dilakukan di tengah kepanikan. Namun upaya itu tak sebanding dengan cepatnya api merambat ke rumah-rumah lain.
Dalam waktu singkat, satu demi satu bangunan mulai dilalap api. Asap hitam pekat membumbung tinggi, terlihat dari kejauhan, menandai bahwa peristiwa ini telah berubah menjadi kebakaran besar yang sulit dikendalikan secara manual.
Personel Polsek Sekatak yang menerima laporan dari warga segera bergerak menuju lokasi kejadian. Setibanya di TKP, petugas langsung melakukan upaya awal pemadaman sekaligus mengamankan area agar tidak semakin meluas dan membahayakan warga sekitar.
Kapolresta Bulungan, Kombes Pol Rofikoh Yunianto, S.I.K., M.H., melalui P.S Kasubsi PIDM Sihumas, Aipda Hadi Purnomo, menegaskan bahwa respons cepat langsung dilakukan begitu laporan diterima.
“Benar telah terjadi kebakaran di Desa Sekatak Buji pada pukul 10.30 WITA. Personel Polsek Sekatak langsung segera mendatangi TKP setelah menerima laporan dari warga dan langsung melakukan tindakan awal di lokasi,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Tidak hanya fokus pada pemadaman, petugas juga melakukan serangkaian tindakan kepolisian untuk memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur.
“Di antaranya mendatangi TKP, membantu proses pemadaman api, meminta keterangan saksi, melaksanakan TPTKP, serta memasang garis polisi untuk mengamankan area kejadian,” lanjut Aipda Hadi Purnomo.
Dari pendataan awal, dampak kebakaran ini terbilang besar. Sedikitnya 13 unit rumah warga dilaporkan hangus terbakar, termasuk rumah milik sejumlah warga yang diinisialkan S, F, Sy, A, I, B, serta beberapa lainnya. Sebuah penginapan lokal dan rumah kontrakan juga ikut dilalap api. Tidak hanya itu, satu unit sepeda motor dan satu unit mobil sedan turut hangus dalam peristiwa tersebut.
Di balik kerugian materiil yang besar, ada satu hal yang sedikit melegakan: tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Warga berhasil menyelamatkan diri tepat waktu meski sebagian besar tidak sempat menyelamatkan harta benda mereka.
“Situasi saat ini relatif aman dan terkendali. Kami masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti kebakaran,” tambah Aipda Hadi Purnomo.
Hingga beberapa jam setelah api berhasil dikendalikan, suasana Desa Sekatak Buji masih dipenuhi sisa-sisa kepulan asap dan puing-puing bangunan yang hangus. Warga terlihat saling membantu, sebagian duduk termenung di depan sisa rumah mereka yang kini rata dengan tanah, mencoba menerima kenyataan pahit yang datang begitu cepat di siang hari yang semula biasa saja.
Kebakaran Melanda Permukiman Padat di Desa Sekatak Buji, 13 Unit Rumah Warga dan Sejumlah Kendaraan Terbakar dalam Hitungan Menit





