Pernikahan Dini Masih Jadi Pemicu Anak Putus Sekolah di Bulungan

redaksi


TANJUNG SELOR – Pernikahan dini dinilai masih menjadi penyebab utama anak putus sekolah di Kabupaten Bulungan. Kondisi ini menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan (Disdik) Bulungan, karena berdampak langsung terhadap keberlangsungan pendidikan anak.

‎Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Disdik Bulungan, Setim Jalung, mengatakan, kasus tersebut masih kerap ditemukan. Banyak remaja yang akhirnya menikah di usia muda, sehingga meninggalkan bangku sekolah.

‎“Yang sering terjadi karena hamil di luar nikah. Mau tidak mau dilakukan nikah siri atau nikah di bawah tangan. Akibatnya anak putus sekolah,” ujarnya saat diwawancarai, Jumat (5/6/2026).

‎Menurutnya, praktik pernikahan siri atau nikah di bawah tangan masih terjadi meski pemerintah telah mengatur batas minimal usia pernikahan. Pernikahan yang tidak tercatat secara resmi tersebut tidak memiliki kekuatan hukum negara, namun tetap menjadi jalan yang dipilih sebagian keluarga ketika menghadapi kehamilan di luar nikah.

‎Selain pernikahan dini, faktor ekonomi juga menjadi penyebab anak tidak melanjutkan pendidikan. Sejumlah siswa terpaksa berhenti sekolah karena harus membantu orang tua bekerja atau mencari tambahan penghasilan bagi keluarga.

‎“Faktor ekonomi masih ada. Beberapa anak diminta membantu orang tua bekerja sehingga akhirnya tidak fokus sekolah dan memilih berhenti,” katanya.

‎Pihaknya juga menyoroti pengaruh pergaulan dan perkembangan teknologi terhadap perilaku remaja, serta penggunaan media sosial yang tidak terkontrol.

‎Setim mengungkapkan, banyak pelajar yang menghabiskan waktu di kafe hingga larut malam. Kebiasaan bergadang, dan kurangnya pengawasan orang tua dapat berdampak pada menurunnya prestasi belajar hingga meningkatkan risiko pergaulan bebas.

‎“Sekitar 60 persen pengunjung kafe di Tanjung Selor itu anak sekolah. Mereka bergadang, kecanduan game, belajar terganggu. Ini bisa memicu pergaulan bebas hingga pernikahan dini,” ungkapnya.

‎Menekan angka pernikahan dini dan putus sekolah, Disdik Bulungan terus menjalankan program pendidikan keluarga di sekolah mulai dari jenjang SD hingga SMP. Program tersebut bertujuan memperkuat peran orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak serta menanamkan pendidikan karakter sejak dini.

‎“Sudah disosialisasikan dan dipublikasikan. Bahkan program BOS bisa dicoret kalau sekolah tidak menjalankan pendidikan karakter,” tegas Setim.

‎Ia berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk orangtua dapat aktif mengawasi pergaulan anak dan penggunaan telepon genggam. Diharapkan, angka pernikahan dini dapat ditekan dan anak-anak memiliki kesempatan menyelesaikan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi. (ve26/nn)

Baca juga  Cara Bupati Syarwani Membangun Harmonisasi dengan Wakilnya Kilat, A.Md, Simak Informasinya . . .

Baca juga

Tags