BPBD Bulungan Tetapkan Debit 9 Meter sebagai Status Waspada Banjir Sungai Kayan, Masyarakat Diminta Tetap Siaga

redaksi

TANJUNG SELOR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bulungan menetapkan ketinggian debit air 9 meter sebagai ambang batas status waspada banjir di Sungai Kayan. Hingga awal Juli 2026, kondisi debit air masih berada jauh di bawah batas tersebut, meski sempat mengalami kenaikan akibat tingginya curah hujan di wilayah hulu.

Analis Kebencanaan BPBD Kabupaten Bulungan, Najamudin, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan di titik ukur Desa Peso, Kecamatan Peso, debit air Sungai Kayan pada Rabu (1/7/2026) sempat meningkat sekitar lima meter dari kondisi normal.

“Kami sudah berkomunikasi dengan petugas di lapangan. Memang sempat terjadi kenaikan debit air sekitar lima meter dari batas normal sungai,” ujar Najamudin saat ditemui, Kamis (2/7/2026).

Baca juga  Rapat Pleno Terbuka: Syarwani-Kilat Resmi Ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bulungan Terpilih 2025-2030

Namun, kenaikan tersebut tidak berlangsung lama. Berdasarkan pemantauan terbaru, debit air telah kembali turun menjadi sekitar tiga meter sehingga tidak memberikan dampak signifikan terhadap wilayah hilir.

“Air kemudian turun menjadi sekitar tiga meter. Penurunan ini menunjukkan bahwa kenaikan sebelumnya hanya merupakan kiriman air dari wilayah hulu dan tidak berdampak signifikan ke daerah bawah,” jelasnya.

Najamudin menegaskan, kondisi tersebut masih tergolong aman. BPBD menetapkan status waspada apabila debit air mencapai kisaran 9 hingga 15 meter, sedangkan pada ketinggian tiga hingga lima meter masyarakat hanya diminta tetap meningkatkan kewaspadaan.

“Kalau ketinggian air sudah mencapai 9 sampai 15 meter, itu masuk kategori waspada. Namun apabila masih di kisaran tiga sampai lima meter, kondisinya masih aman, hanya perlu tetap siaga,” katanya.

Ia memastikan kenaikan debit air yang terjadi dalam beberapa hari terakhir merupakan fenomena banjir musiman yang tidak sampai menggenangi kawasan permukiman. Air yang meningkat di wilayah hulu, menurutnya, langsung mengalir menuju hilir dan bermuara ke laut.

Meski demikian, BPBD Bulungan terus melakukan pemantauan secara berkala di sejumlah titik rawan banjir. Pengawasan dilakukan secara manual untuk memastikan perkembangan debit air, terutama di kawasan dataran rendah yang berpotensi terdampak apabila terjadi peningkatan curah hujan.

Baca juga  PGI Kabupaten Bulungan Akan Gelar Aksi Sosial Donor Darah di GKII Tanjung Selor

Najamudin mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di bantaran Sungai Kayan dan wilayah rendah, agar tetap memantau informasi resmi dari BPBD serta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi cuaca.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak lengah. Meskipun kondisi saat ini masih aman, warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai maupun daerah rendah diharapkan terus memantau perkembangan debit air dan mengikuti informasi resmi dari BPBD,” pungkasnya. (ve26/dd)

Baca juga

Tags