TANJUNG SELOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bulungan terus memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat dengan menghadirkan pelayanan dokter spesialis di empat ibu kota kecamatan. Program ini ditujukan agar warga tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh ke Tanjung Selor untuk mendapatkan layanan kesehatan spesialis.
Kepala Dinkes Bulungan, Imam Sujono, mengatakan pelayanan dokter spesialis akan dipusatkan di ibu kota Kecamatan Tanjung Palas Timur, Bunyu, Long Peso, dan Tanjung Palas Barat. Masyarakat dari desa-desa di sekitar kecamatan tersebut nantinya dapat memanfaatkan layanan sesuai jadwal yang telah ditentukan.
”Karena keterbatasan anggaran dan waktu dokter spesialis, pelayanan dipusatkan di ibu kota kecamatan. Nanti masyarakat dari desa-desa datang ke sana untuk mendapatkan pelayanan,” ujarnya saat ditemui, Senin (6/7/2026).
Menurutnya, masyarakat akan memperoleh berbagai layanan dokter spesialis yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah. Jenis layanan yang disiapkan meliputi spesialis jantung, penyakit dalam, kebidanan dan kandungan, kesehatan anak, kesehatan jiwa, telinga, hidung, tenggorokan (THT), serta spesialis mata.
”Dokter spesialis yang kami hadirkan meliputi spesialis jantung, penyakit dalam, kandungan, anak, jiwa, THT, hingga mata. Pelayanan ini akan dilakukan secara bergiliran sesuai jadwal di empat ibu kota kecamatan agar masyarakat lebih mudah mendapatkan pelayanan spesialis tanpa harus datang ke Tanjung Selor,” katanya.
Program tersebut kini hampir rampung. Selain dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Bulungan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara juga memiliki program serupa dengan cakupan wilayah pelayanan yang berbeda.
Selain itu ia tak menampik, Bulungan l tenaga kesehatan di Bulungan masih terbatas. Meski jumlah tenaga kesehatan, termasuk yang bertugas di rumah sakit, mencapai sekitar 1.700 orang, angka tersebut dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan secara optimal.
”Kalau ditanya masih kurang atau tidak, ya memang masih kurang. Kami mengusulkan kebutuhannya ke BKPSDM berdasarkan analisis jabatan yang sudah disusun,” ujarnya.
Ia menjelaskan kebutuhan tenaga kesehatan tidak hanya dihitung dari jumlah pegawai, tetapi juga berdasarkan kebutuhan setiap fasilitas kesehatan. Mulai dari dokter spesialis, dokter umum, hingga tenaga kesehatan lainnya, seluruhnya telah dituangkan dalam analisis jabatan yang menjadi dasar usulan formasi kepada BKPSDM saat rekrutmen aparatur sipil negara dibuka.
Imam berharap kehadiran layanan dokter spesialis di tingkat kecamatan dapat mempermudah masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap rumah sakit di ibu kota kabupaten.
”Harapannya masyarakat yang tinggal di wilayah kecamatan tidak perlu lagi selalu datang ke Tanjung Selor untuk mendapatkan pelayanan dokter spesialis sehingga akses layanan kesehatan bisa semakin mudah dijangkau,” pungkasnya. (ve26/nn)
Dinkes Bulungan Dekatkan Layanan Dokter Spesialis di Empat Kecamatan






