Tingkatkan Layanan, Puskesmas Diharapkan Miliki Tenaga Psikolog

redaksi

Aktivitas di Puskemas Tanjung Selor sebagai salah satu layanan kesehatan di Bulungan. (FOTO:Yohanes/PENA KALTARA)

‎TANJUNG SELOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bulungan berharap seluruh puskesmas memiliki tenaga psikolog guna memperkuat layanan kesehatan jiwa, khususnya bagi anak dan remaja.‎‎

Kepala Dinkes Bulungan, Imam Sujono, mengatakan, dari 12 puskesmas di Bulungan belum ada yang memiliki tenaga psikolog. Layanan psikologi baru tersedia di lingkungan Dinas Kesehatan, itupun masih ditangani oleh tenaga dengan kualifikasi sarjana psikologi (S1).‎‎

“Kami berharap ke depan setiap puskesmas minimal memiliki satu tenaga psikolog. Bahkan lebih baik lagi jika psikolog tersebut memiliki profesi atau kompetensi sebagai terapis sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa lebih optimal,” ujarnya.‎‎

Baca juga  "Resmi Berlaku, Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum di Bulungan Tingkatkan PAD dan Ketertiban Lalu Lintas, Tahap Awal Dilakukan Sosialisasi"

Ia menjelaskan, keberadaan psikolog di puskesmas sangat penting untuk mendeteksi dini berbagai persoalan kesehatan mental bagi anak maupun remaja.‎‎

Menurutnya, kasus-kasus seperti autisme, keterlambatan perkembangan mental, hingga gangguan psikologis lainnya membutuhkan penanganan yang cepat dan berkelanjutan.‎‎

“Kalau ada psikolog di Puskesmas, anak-anak yang mengalami gangguan perkembangan atau masalah mental bisa dipantau sejak awal, dideteksi, kemudian diberikan terapi sesuai kebutuhannya,” jelasnya.

‎‎Iman menambahkan, penguatan layanan kesehatan mental menjadi bagian dari upaya mempersiapkan generasi muda menghadapi bonus demografi dan Indonesia Emas 2045.

Baca juga  Tak Hanya dari Bulungan, Talenta Muda dari Luar Daerah Ikut Ramaikan Gebyar Kadin Expo 2K26

‎‎Ia menilai generasi muda tidak hanya perlu dibekali pendidikan dan kesehatan fisik, tetapi juga ketahanan mental serta spiritual agar mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

‎‎”Anak-anak dan remaja yang sekarang inilah yang nantinya menjadi generasi produktif. Karena itu mental mereka harus dipersiapkan mulai sekarang agar mampu menghadapi tantangan kehidupan dan berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun bangsa,” katanya.‎‎

Selain itu, para remaja diingatkan agar tidak memendam persoalan ketika mengalami stres atau tekanan. Menurutnya, setiap orang pasti menghadapi konflik dalam kehidupan sehingga kemampuan mengelola stres menjadi hal yang penting.‎‎

Baca juga  ‎Tak Hanya Berebut Juara, Gebyar Kadin 2K26 Jadi Panggung Cari Bibit Baru

“Jangan mengurung diri ketika mengalami stres. Dekatkan diri kepada Tuhan sesuai agama masing-masing, berinteraksi dengan keluarga dan teman, serta lakukan kegiatan-kegiatan positif agar kesehatan mental tetap terjaga,” pungkasnya. (ve26/nn)

Baca juga

Tags