Inflasi Kaltara 2%, Tanjung Selor Terendah

redaksi

Kepala BPS Provinsi Kalimantan Utara, Dr. Mustaqim

TANJUNG SELOR – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Utara mencatat inflasi *year on year (y-on-y), Juli 2026 sebesar 2,00 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 109,75. Dari tiga daerah penghitungan IHK di Kalimantan Utara, Kota Tarakan menjadi wilayah dengan inflasi tertinggi, sedangkan Tanjung Selor mencatat inflasi terendah.

Kepala BPS Provinsi Kalimantan Utara, Dr. Mustaqim, mengatakan, inflasi year on year Kalimantan Utara Juli 2026 mencapai 2,00 persen dengan IHK sebesar 109,75. Ia menjelaskan, inflasi terjadi akibat kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran yang masih mendominasi sepanjang Juli 2026.

“Pada Juli 2026, inflasi year on year Provinsi Kalimantan Utara sebesar 2,00 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tarakan sebesar 2,60 persen, sementara yang terendah terjadi di Tanjung Selor sebesar 1,29 persen,” ujarnya.

Baca juga  Rakerwil II Muslimat NU Kaltara: Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian untuk Kesejahteraan Umat

Menurutnya, inflasi terjadi akibat meningkatnya harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran. Kenaikan paling tinggi tercatat pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 8,10 persen, disusul transportasi sebesar 5,96 persen, serta penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,84 persen.

Selain itu, kenaikan juga terjadi pada kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,76 persen, perlengkapan rumah tangga 1,47 persen, kesehatan 1,39 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 1,20 persen, pakaian dan alas kaki 0,62 persen, pendidikan 0,48 persen, serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,32 persen.

Baca juga  Dukung Sikap DPP, DPC Partai Demokrat Bulungan : " Mari menjaga Soliditas, militansi dan loyalitas Pengurus, kader dan simpatisan Demokrat "

“Sementara itu, hanya kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami penurunan indeks atau deflasi secara tahunan sebesar 0,08 persen,” jelasnya.

Secara bulanan (month to month/m-to-m), Kaltara justru mengalami deflasi sebesar 0,68 persen. Sedangkan inflasi kumulatif sejak awal tahun (year to date/y-to-d) tercatat sebesar 1,21 persen.

Dari sisi wilayah, Kota Tarakan mencatat inflasi tahunan tertinggi sebesar 2,60 persen dengan IHK 109,39, disusul Kabupaten Nunukan sebesar 1,34 persen dengan IHK 110,68, sedangkan Tanjung Selor menjadi daerah dengan inflasi terendah sebesar 1,29 persen dan IHK 109,24.

Baca juga  Songsong IKN, Perda Kaltim tentang Pembinaan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra Daerah Disahkan

BPS berharap data perkembangan inflasi ini dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga serta mengendalikan laju inflasi, terutama terhadap komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap kenaikan harga di Kaltara. (ve26/nn)

Baca juga

Tags