TANJUNG SELOR – Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan mengingatkan masyarakat mewaspadai dampak kabut asap, terlebih dengan maraknya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)Karhutlah terhadap kesehatan, terutama terhadap kelompok anak-anak yang dinilai lebih rentan mengalami gangguan saluran pernapasan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, Imam Sujono, mengatakan seluruh masyarakat memiliki risiko terdampak polusi udara akibat kabut asap. Namun, anak-anak menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih.
“Semua sebetulnya berisiko, tetapi anak-anak yang paling rawan, paling rentan untuk terjadi ISPA (infeksi saluran pernapasan),” ujar Imam, Selasa (18/8).
Menurutnya, anak-anak, khususnya balita, sebisa mungkin mengurangi aktivitas di luar apabila tidak ada keperluan penting. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi paparan asap yang dapat mengganggu kesehatan.
Imam menjelaskan, kabut asap merupakan dampak dari peristiwa yang tidak diprediksi. Kebakaran yang memicu asap dapat terjadi karena faktor alam maupun aktivitas manusia.
“Ini menjadi musibah, menurut saya musibah alam, peristiwa alam, yang itu bisa disebabkan oleh manusia atau mungkin kebakaran yang tidak sengaja. Itu tidak bisa terkendali,” katanya.
Meski tidak dapat mengendalikan sumber asap, pihaknya berupaya melakukan langkah mitigasi untuk menekan risiko gangguan kesehatan.
“Yang kita bisa kendalikan adalah bagaimana mitigasi agar asapnya itu tidak banyak dampaknya. Jadi kalau seandainya ada di rumah, misalkan ada masker, itu untuk mengurangi risiko,” jelasnya.
Ia mengimbau masyarakat Bulungan untuk meningkatkan kewaspadaan selama kondisi kabut asap masih terjadi. Masyarakat juga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi anak-anak dan balita, apabila tidak ada keperluan mendesak. (ve26/nn)










