Air Keruh atau Pipa Bocor, PDAM Danum Benuanta Tegas Minta Warga Segera Melapor

redaksi

Direktur Perumda Danum Benuanta Kabupaten Bulungan, Eldiansyah. (FOTO:Yohanes/PENA KALTARA)

TANJUNG SELOR – Perumda Danum Benuanta Kabupaten Bulungan meminta masyarakat tidak membiarkan gangguan pelayanan air bersih berlarut-larut. Setiap temuan berupa air keruh, pipa bocor, hingga aliran air yang tidak lancar harus segera dilaporkan agar dapat langsung ditindaklanjuti petugas.

Direktur Perumda Danum Benuanta Kabupaten Bulungan, Eldiansyah, menegaskan laporan masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan gangguan jaringan air bersih. Pasalnya, jaringan pipa tersebar luas dan tidak seluruhnya dapat dipantau petugas secara bersamaan.

“Ketika menemukan ada pipa bocor, segera laporkan. Begitu dilaporkan, kami langsung melakukan pengecekan, penanganan, dan perbaikan,” kata Eldiansyah, Jumat (14/8/2026).

Ia menjelaskan, gangguan distribusi air di sejumlah wilayah, termasuk Selimau, tidak selalu berasal dari proses pengolahan. Sejumlah pekerjaan infrastruktur, seperti pelebaran jalan dan pembangunan drainase, juga berpotensi berdampak terhadap jaringan pipa.

Baca juga  ‎Dibalik Ladang, PKH Jadi Penopang Pendidikan Dua Putri Maria

Kebocoran pipa pun tidak hanya menyebabkan air terbuang, tetapi dapat memengaruhi kualitas air. Kotoran dari luar berpotensi masuk melalui titik kebocoran dan menyebabkan air yang mengalir ke pelanggan menjadi keruh.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Perumda Danum Benuanta melakukan wash out, yakni pencucian jaringan dengan mengeluarkan air yang keruh hingga kondisi air kembali bersih dan layak dialirkan kepada pelanggan.

“Kami tidak bisa memantau keseluruhan wilayah yang memiliki jaringan pipa. Karena itu, ketika ada pipa bocor atau gangguan, segera laporkan kepada kami agar cepat ditangani,” tegasnya.

Di sisi lain, Perumda Danum Benuanta menghadapi tantangan peningkatan kebutuhan pelayanan seiring bertambahnya jumlah pelanggan. Salah satunya terkait kapasitas genset dan kebutuhan debit pompa.

Baca juga  ‎Dinkes Bulungan Dekatkan Layanan Dokter Spesialis di Empat Kecamatan

Eldiansyah mengungkapkan, genset yang sebelumnya diperuntukkan bagi sekitar 1.500 pelanggan, kini harus menopang jumlah pelanggan yang telah melampaui angka tersebut.

Kebutuhan debit pompa juga meningkat signifikan. Jika sebelumnya kebutuhan berada di kisaran 25 liter per detik, saat ini telah mencapai sekitar 35 liter per detik.

Meski kebutuhan pelayanan terus meningkat, Perumda Danum Benuanta memastikan tidak menerapkan sistem distribusi air secara bergiliran.

“Untuk pelayanan, kami tidak menerapkan sistem giliran. Kami tetap berupaya agar distribusi berjalan dengan baik, terutama ketika menghadapi musim kemarau,” jelas Eldiansyah.

Di tengah berbagai tantangan pelayanan, Perumda Danum Benuanta memastikan tarif air bersih belum mengalami kenaikan.

Tarif masih diberlakukan berdasarkan beberapa blok, mulai dari tarif subsidi Rp3.500, hingga kategori nonsubsidi sebesar Rp7.000, Rp7.500, dan Rp8.000.

Baca juga  Polresta Bulungan Soroti Kelalaian Saat Bakar Lahan, Warga Diminta Ikuti SOPBakar Lahan, Polresta Bulungan Tekankan Prosedur dan Pengawasan

Masyarakat juga diminta menggunakan air secara bijak dan tidak berlebihan. Efisiensi penggunaan air menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan pelanggan untuk membantu menjaga kelancaran pelayanan, khususnya ketika kebutuhan air meningkat.

Upaya meningkatkan pelayanan juga dilakukan melalui perluasan cakupan jaringan air bersih. Sejumlah fasilitas penyediaan air yang dibangun Pemerintah Kabupaten Bulungan, antara. (ve26/dd)

Baca juga

Tags