Masih Kabut Asap, Disdikbud Bulungan Perpanjang BDR Hingga 5 September

redaksi

Kabut asap masih menyelimuti Tanjung Selor, Didikbud Bulungan perpanjang, kebijakan BDR. (FOTO:Yohanes/PENA KALTARA)

TANJUNG SELOR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bulungan resmi memperpanjang masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Belajar dari Rumah (BDR) akibat memburuknya kualitas udara dampak kabut asap Karhutla dan tingginya risiko ISPA.

Melalui Surat Edaran bernomor 500.8.5.4/4778/Disdikbud.1.2 yang ditandatangani Plh Kepala Disdikbud Bulungan, Marlen, perpanjangan ini berlaku bagi seluruh PAUD, SD, hingga SMP negeri maupun swasta pada 3–5 September 2026.

“Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh atau Belajar dari Rumah bagi murid-murid PAUD, SD, dan SMP se-Kabupaten Bulungan berlaku dari tanggal 3 sampai dengan 5 September 2026,” tegasnya dalam edaran tersebut.

Baca juga  GOW Bulungan Berbagi Kasih dengan Anak Difabel di Hari Anak Nasional ke-41, Dra. Hj. Asnawaty, M.Si, : "Semoga Memberikan Manfaat"

Meski siswa diliburkan untuk berlindung dari asap, tenaga pendidik dan kependidikan tetap wajib hadir di sekolah. Mereka diharuskan mematuhi protokol ketat, yakni memakai masker dan meminimalisasi aktivitas di luar ruangan, kecuali bagi guru yang sedang hamil atau memiliki penyakit bawaan (Komorbid).

Terkait pelaksanaan BDR, Disdikbud memberikan fleksibilitas bagi sekolah untuk menerapkan sistem daring, luring, atau kombinasi. Materi pembelajaran difokuskan pada tiga aspek utama: literasi, numerasi, dan penguatan karakter.

Perhatian ekstra juga diinstruksikan bagi siswa kelompok rentan, seperti anak usia dini, Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), dan siswa dengan riwayat penyakit penyerta. Kebijakan BDR ini bersifat dinamis dan akan terus dievaluasi menyesuaikan perkembangan kondisi udara di Bulungan.

Baca juga  Kilat Beserta Keluarga Mencoblos di TPS 07 pada Pilkada 2024: Do'a Orang Tua Jadi Penyemangat

Terkait kondisi saat ini, Bupati Bulungan Syarwani, turut memberikan himbauan menggunakan masker ketika berkativitas diluar ruangan. Selain itu, menyikapi kondisi kabut asap yang belum mereda, ia juga menginisiasi langkah spiritual. Ia berencana menggelar istighosah dan mengimbau seluruh pemuka agama di Kabupaten Bulungan untuk memimpin doa bersama memohon turunnya hujan.

“Selain ikhtiar fisik di lapangan, kita juga harus berserah diri. Saya memohon kepada seluruh pemuka agama dan masyarakat untuk bersama-sama menggelar istighosah. Mari kita satukan doa agar hujan segera turun membasahi Bulungan, sehingga kabut asap dan Karhutla ini segera berakhir,” pungkasnya. (nn)

Baca juga  Gedung Oikumene Kantor Bupati Bulungan Diresmikan, Wujud Komitmen Pemerintah pada Nilai Spiritual

Baca juga

Tags