Teacher Experimental Training jadi Cara Bulungan Kembangkan Kompetensi Guru

redaksi

Kepala Disdikbud Kabupaten Bulungan, Suparmin.

TANJUNG SELOR – Pengembangan kompetensi guru di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), diarahkan tidak lagi bergantung pada pelatihan yang sepenuhnya terpusat.

Melalui Teacher Experimental Training (TET) berbasis gugus dan satuan pendidikan, guru didorong mengembangkan kemampuan melalui praktik pembelajaran yang berlangsung langsung di lingkungan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bulungan, Suparmin, mengatakan, pengembangan TET menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem belajar guru yang berlangsung secara berkelanjutan. Penerapannya, guru dapat mengidentifikasi persoalan pembelajaran di kelas, mencoba strategi baru, memperoleh umpan balik, kemudian melakukan perbaikan terhadap praktik mengajarnya.

“Guru tidak hanya mengikuti pelatihan, tetapi juga memiliki ruang untuk mencoba, berdiskusi dan memperbaiki praktik pembelajaran,” ujarnya.

Baca juga  ‎Pria 50 Tahun Ditemukan Meninggal di Kontrakan Tanjung Selor, Diduga Sakit Jantung

Model tersebut telah diuji coba sejak 2017 pada dua gugus sekolah di Bulungan. Setelah melalui proses pengembangan, TET kemudian menjadi bagian dari kebijakan daerah dan kini diterapkan di 26 gugus.

Penerapannya disesuaikan dengan kondisi geografis Bulungan yang mencakup wilayah perkotaan, pedesaan hingga pedalaman. Pola berbasis gugus memungkinkan pendampingan dilakukan lebih dekat dengan satuan pendidikan.

Saat ini terdapat 292 fasilitator gugus dan 14 fasilitator daerah. Sebaran fasilitator gugus terdiri dari 114 orang di zona perkotaan, 144 orang di zona pedesaan dan 34 orang di zona pedalaman.

“Fasilitator juga membantu memastikan proses pengembangan guru tetap berjalan di tingkat gugus dan satuan pendidikan,” katanya.

Baca juga  Ratusan Warga Mangkupadi Diduga Jadi Korban Arisan Online Bermodus Investasi, Kerugian Ditaksir Miliaran Rupiah

Pengembangan guru melalui TET turut memanfaatkan Rapor Pendidikan sebagai salah satu dasar untuk mengidentifikasi persoalan yang perlu ditindaklanjuti. Hasil analisis tersebut kemudian menjadi bahan dalam pendampingan, komunitas belajar hingga uji coba praktik pembelajaran. Tak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi guru, TET juga dikembangkan untuk menjawab kebutuhan pendidikan lainnya di Bulungan.

Sejak 2024, pendekatan tersebut turut mendukung perluasan layanan pendidikan inklusif. Sementara pada September 2026, pendekatan TET juga digunakan dalam penyelenggaraan Belajar dari Rumah (BDR) ketika aktivitas sekolah terdampak kondisi bencana kebakaran hutan.

Melalui BDR, proses pembelajaran tetap dapat berlangsung dari rumah ketika kegiatan belajar mengajar di sekolah mengalami gangguan akibat kondisi darurat. Pengembangan TET melibatkan berbagai unsur dalam ekosistem pendidikan, mulai dari Disdikbud, Kementerian Agama, perguruan tinggi, pengawas sekolah, fasilitator daerah, kepala sekolah hingga guru.

Baca juga  Babak Baru Perkara Ijazah LL, DPRD Bulungan Ajukan Penonaktifan ke Gubernur

“Semua unsur perlu bergerak bersama agar pengembangan guru tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi terus berlanjut dalam praktik,” pungkasnya. (ve26/nn)

Baca juga

Tags