TANJUNG SELOR – Kabut asap yang menyelimuti wilayah Tanjung Selor dalam beberapa hari terakhir turut berdampak terhadap jarak pandang. Meski demikian, hingga Selasa (1/9/2026), aktivitas pelayaran speedboat di Pelabuhan Kayan II masih berjalan seperti biasa.
Kepala Pos Pelabuhan Kayan II, Mulyono, mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan kondisi cuaca melalui informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Kita selalu meng update informasi dari BMKG. Informasi keadaan cuaca di BMKG tidak spesifik bahwa sementara pelayanan dihentikan karena jarak pandang,” katanya, Selasa (1/9).
Informasi BMKG terkait jarak pandang telah disampaikan kepada para nahkoda speedboat untuk menjadi pertimbangan sebelum melakukan pelayaran.
“Untuk speedboat sudah kita sampaikan juga kepada para nahkoda, apakah mereka mampu dan masih bisa, jawabannya masih bisa Pak, jarak pandang kami masih bisa,” ungkapnya.
Pihak pelabuhan akan mengikuti perkembangan kondisi cuaca. Jika jarak pandang semakin menurun dan dinilai sudah tidak memungkinkan bagi nahkoda untuk berlayar, pelayanan pelayaran dapat dihentikan sementara demi keselamatan.
“Tetapi tidak menutup kemungkinan beberapa hari ini juga kami akan mengikuti perkembangan terus. Kalau cuaca memang jarak pandangnya sudah, nahkoda tidak mampu, maka secara otomatis kita tidak memberikan pelayanan dulu,” jelasnya.
Ia memastikan, hingga saat ini belum terdapat penundaan keberangkatan speedboat akibat kondisi jarak pandang tersebut. Baik dari Tarakan maupun di pelabuhan-pelabuhan lainnya yang ada di Kaltara masih berjalan seperti biasa.
Sementara itu, Forecaster on Duty BMKG, Khafidzo Rakhmah, menjelaskan kondisi jarak pandang di Tanjung Selor perlu menjadi perhatian bagi pengguna transportasi air. Saat ini, jarak pandang di wilayah Tanjung Selor terpantau sekitar 1.000 meter atau 1 kilometer. Kondisi tersebut tergolong sebagai jarak pandang terbatas dan masuk kategori waspada atau kurang aman untuk pelayaran.
“Kondisi jarak pandang terbatas dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama apabila nahkoda tidak memiliki navigasi yang memadai,” imbuhnya.
Masyarakat pengguna jasa speedboat, BMKG mengimbau agar tetap menggunakan masker, khususnya saat berada di area pelabuhan maupun di dalam speedboat terbuka.
Masyarakat juga diimbau memahami apabila nantinya terjadi keterlambatan atau penundaan keberangkatan. Langkah tersebut dapat dilakukan otoritas pelabuhan apabila kondisi cuaca dan jarak pandang dinilai tidak lagi aman untuk pelayaran. (ve26/nn)












