Hipertensi Diam-Diam Banyak Diderita Warga Bulungan

redaksi

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, Imam Sujono

TANJUNG SELOR — Hipertensi atau tekanan darah tinggi, menjadi salah satu penyakit yang menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan. Diketahui, khusus di wilayah Tanjung Selor, tercatat sekitar 8.528 pasien yang membutuhkan pengobatan secara rutin.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, Imam Sujono, mengatakan, skrining hipertensi dilakukan secara berkala melalui Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) maupun fasilitas pelayanan kesehatan.

“Hipertensi. Ya, skrining kesehatan secara berkala, terutama melalui Posbindu PTM dan fasilitas pelayanan kesehatn. Saat ini di Bulungan, khususnya di wilayah Tanjung Selor itu ada sekitar 8.528 pasien yang membutuhkan pengobatan secara rutin,” ujarnya, Jumat (2/10/2026).

Baca juga  Kolaborasi PENA Kaltara dan PGRI Bulungan, 27 Tim Pelajar SLTA Ramaikan Turnamen Futsal

Hipertensi dapat dipengaruhi berbagai faktor, seperti keturunan, pola makan, stres hingga penyakit sistemik lainnya. Karena itu, masyarakat diminta menerapkan pola hidup sehat dengan membatasi konsumsi garam, gula, dan lemak. Masyarakat dianjurkan rutin berolahraga dan melakukan pemeriksaan tekanan darah, termasuk bagi kelompok usia produktif.

“Perlu mengatur pola makan, terutama mengurangi konsumsi garam, gula, dan lemak. Meningkatkan aktivitas fisik dan olahraga secara rutin serta mendorong masyarakat melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala, termasuk pada usia produktif,” bebernya.

Baca juga  KPPI Bulungan Serahkan Berkas Registrasi ke Kesbangpol: Dorong Keterwakilan Perempuan 30 Persen di Parlemen

Bagi pasien yang sudah menjalani pengobatan, kepatuhan mengonsumsi obat dan melakukan kontrol menjadi bagian penting untuk menjaga tekanan darah tetap terkendali serta mencegah komplikasi.

“Meningkatkan kepatuhan pasien dalam minum obat dan kontrol secara rutin,” kata Imam.

Dinkes Bulungan juga memperkuat pemantauan kasus PTM melalui Puskesmas dan jejaring pelayanan kesehatan. Upaya tersebut dilakukan bersama pemerintah kecamatan dan desa, kader kesehatan, serta masyarakat untuk mengendalikan faktor risiko hipertensi.

Baca juga  Aturan Honorer Baru Dinilai Persempit Pemenuhan Guru

“Melakukan upaya pencegahan komplikasi melalui pengendalian tekanan darah dan pemantauan kondisi pasien secara berkala,” pungkasnya. (ve26/nn)

Baca juga

Tags