Ribuan Titik Panas Terdeteksi di Kaltara, Kabut Asap Mulai Ganggu Aktivitas Warga

redaksi

Cuaca berkabut di Tanjung Selor, jarak pandang 2-4 Kilometer, penggunaan masker disarankan ketika beraktivitas diluar ruangan. (FOTO:Yohanes/PENA KALTARA)

TANJUNG SELOR – Sebanyak 3.003 titik panas (hotspot) terdeteksi di Kalimantan Utara (Kaltara), dengan sekitar 93 persen di antaranya terkonsentrasi di Kabupaten Bulungan dan Malinau. Tingginya angka hotspot ini mulai memicu munculnya kabut asap pekat yang kini berdampak langsung pada aktivitas keseharian warga.

Kondisi tersebut salah satunya dirasakan oleh Rudiansyah, warga Kecamatan Tanjung Palas, Bulungan, yang setiap hari harus menembus kabut asap untuk bekerja di Tanjung Selor. Ia tak menampik bahwa ketebalan asap di jalanan sudah sangat mengganggu.

“Sangat memprihatinkan, apalagi kalau orang yang beraktivitas lintas wilayah dari Tanjung Palas ke Tanjung Selor seperti saya,” ujar Rudiansyah, Senin (31/8/2026).

Menurutnya, kabut asap tersebut tidak hanya mengganggu pernapasan, tetapi juga membuat matanya perih dan mengalami iritasi.

Baca juga  SMSI Bulungan Resmi Terbentuk, Rachmad Rhomadhani Terpilih Secara Aklamasi

“Kadang-kadang bukan cuma soal pernapasan, mata pun merasa sakit dan iritasi karena seperti langsung terpapar angin kabut tersebut. Ini pengalaman baru bagi saya, atau bisa dibilang sejarah baru yang ada di Tanjung Selor,” keluhnya.

Ia sangat menantikan solusi atas bencana tahunan ini.

“Harapan saya semoga kabut ini bisa segera hilang dan kebakaran-kebakaran lahan yang kita alami di Kalimantan bisa diselesaikan secara baik,” bebernya.

Terganggunya pandangan warga selaras dengan data pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Saat ini, jarak pandang di wilayah tersebut umumnya menurun di kisaran 2–4 kilometer.

Bahkan pada malam hari, jarak pandang sempat anjlok drastis hingga menyisakan 500 meter saja karena kombinasi asap pekat, angin yang tenang, dan tingginya kelembapan udara.

Baca juga  Di Bawah Terpal Oranye, Pasar Sore Tanjung Selor Hidup dengan Hasil Kebun Petani Hulu

Forecaster BMKG Tanjung Harapan Bulungan, Agus Ariyanto, membenarkan, asap saat ini terpantau cukup pekat. Kondisi angin yang lemah hingga tenang menjadi faktor utama yang membuat asap bertahan lebih lama di udara.

Terkait prakiraan cuaca, Agus menyebut wilayah Kaltara pada 31 Agustus hingga 2 September 2026 secara umum diprediksi cerah hingga cerah berawan.

“Berdasarkan pemantauan dinamika atmosfer, peluang hujan ringan di beberapa wilayah masih ada. Faktor cuaca global seperti ENSO, IOD, dan MJO memang tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap pembentukan awan hujan di Kaltara, namun belokan angin dan konvergensi masih dapat memicu pertumbuhan awan hujan secara lokal,” jelas Agus.

Baca juga  (Part IV), Mengikuti Kunjungan Wakil Bupati Bulungan ke Hulu Sungai KayanSyukuran Panen "Pumung Bangen Lepek Asau" di Long Lian, Wabup Kilat: "Gotong Royong Kunci Ketahanan Pangan"

Menyikapi situasi ini, BMKG secara tegas mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap penurunan kualitas udara dan membatasi aktivitas jika jarak pandang semakin memburuk. Masyarakat juga diminta untuk menghentikan segala aktivitas dan segera melapor jika menemukan titik api. (ve26/nn)

Baca juga

Tags