“Podcast Ngedo Melun Do”, Transisi PAUD – SD Menyenangkan

redaksi

BPMP Kaltara gelar podcast dengan tema transisi PAUD- SD yang menyenangkan. 

PENAKALTARA.ID, TANJUNG SELOR – Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Utara menggelar “Podcast Ngedo Melun Do” dengan mengangkat tema transisi pendidikan anak usia dini (PAUD) – sekolah dasar (SD) menyenangkan yang berlangsung di Kantor BPMP Kaltara, Rabu (24/5/2023). 

Dengan menghadirkan narasumber Direktorat PAUD, Kumalasari, S.Pd., M.Pd. Kepala BPMP Kaltara, Dr. Jarwoko turut hadiri dan menyaksikan jalannya podcast yang diinisiasi olehnya tersebut. Dengan harapan masyarakat mendapatkan setiap informasi dunia pendidikan dari pusat untuk daerah.

Direktorat PAUD, Kumalasari, S.Pd., M.Pd.

Dalam paparannya, Direktorat PAUD, Kumalasari, S.Pd., M.Pd menyampaikan, perihal transisi PAUD-SD menyenangkan merupakan sebuah kebijakan pemerintah melalui Kemendikbud-Ristek. Hal ini pun berkaitan dengan sistem program merdeka belajar yang tengah digalakkan sejauh ini. Sehingga ke depannya generasi bangsa ini dapat tumbuh kembang dengan baik terkait pendidikan dan potensi yang dimilikinya.

Baca juga  Peduli Kesehatan, Biddokkes Polda Kaltara Gelar Layanan Kesehatan Gratis Kepada Masyarakat

“Maksud transisi di sini adalah bagaimana menjadikan mereka nantinya dapat menyesuaikan diri di lingkungan barunya (SD). Sehingga anak PAUD saat sudah berada di SD, mereka tidak kaget dan takut untuk menjalani proses belajar mengajar,” jelasnya. 

Lanjutnya, transisi PAUD – SD menyenangkan. Adalah bagaimana para tenaga didik dapat memenuhi hak – hak mereka. Yaitu bagaimana dunia pendidikan yang diajarkan guru serupa dengan SD di kelas awal. Pasalnya, sejauh ini masih banyak di Indonesia masuk di PAUD. Tetapi, hak – hak belum sepenuhnya terpenuhi. 

Baca juga  Sambut Hari Kesaktian Pancasila, Polda Kaktara Melaksanakan Upacara

“Sehingga di sini penting membangun kemampuan pondasi ke mereka. Mulai dari pengajaran untuk mengenal nilai agama dan budi pekerti. Lalu, sosial dan budaya, kematangan kognitif, kemampuan emosional, motorik dan kemampuan dasar lainnya,” bebernya.

Lalu bagaimana dengan menyikapi kemampuan anak yang berbeda-beda?. Dijelaskan bahwa laju perkembangan anak yang berbeda. Hal ini bisa disebabkan kondisi lingkungan, orang tua, kesehatan dan lain sebagainya. Sehingga bagaimana di sini pada guru PAUD dan SD bisa melakukan assesment awal. Tujuannya, agar bisa melihat kemampuan awal yang dimiliki setiap anak didik. 

Baca juga  Kemendag RI dan Komisi VI DPR RI Sosialisasikan Pemanfaatan Hasil Perundingan Perdagangan IUAE-CEPA

“Guru juga dapat melaksanakan difresiansi konten, atau difresiansi proses dan produknya. Tapi, memang yang menjadi hal terpenting yaitu bagaimana membentuk pondasi yang kuat. Karena kalau tidak terpenuhi, anak akan alami kesulitan dalam beradaptasi,” ujarnya. 

Untuk diketahui, pada acara podcast itu pun hal lain yang dibahas yaitu mengenai anak yang dipaksakan bisa calistung. Dan diakhiri dengan pihaknya memberikan saran pada satuan pendidikan di area 3T. Dan melalui pelaksanaan podcast ini diharapkan hak anak terpenuhi. Sehingga bisa melewati masa transisi secara menyenangkan. Keterbatasan bukan menjadi penghalang. (pna)

Sumber : Rilis

Baca juga

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer