TANJUNG SELOR – Lima anggota Sat Samapta Polres Bulungan jadi korban pengeroyokan saat melerai keributan di Bar B Space, Jl. Jambu, Tanjung Selor, Kamis (18/6/2026). Kasat Reskrim Polres Bulungan, Rio Adi Pratama, memastikan tidak ada korban dari warga.
“Semua korban itu Anggota, nggak ada masyarakat,” ujar Rio saat diwawancarai, Jumat (19/6).
Peristiwa terjadi sekitar pukul 03.20 Wita. Tim patroli awalnya menerima laporan warga soal keributan di sekitar tempat hiburan malam itu.
“Itu ada tim patroli dari Sat Samapta itu menerima laporan dari masyarakat adanya orang yang ribut awalnya. Setelah itu mereka datang ke sana melakukan patroli di sekitar TKP (tempat kejadian perkara)” jelasnya.
Setibanya di lokasi, petugas mendapati sekelompok orang sudah cekcok. Namun saat dilerai, massa justru berbalik menyerang polisi.
“Cuma pada saat melerai itu masyarakat orang-orangnya makin banyak, jadi sasaran pukulnya anggota,” tambahnya.
Rio Adi Pratama menduga pelaku dalam pengaruh alkohol.
“Kita paham lah di situ ada tempat hiburan malam. Mungkin keluar dari tempat hiburan malam, mungkin mabuk, mungkin melakukan tindakan itu gara-gara anggota dipatroli,” katanya.
Akibat pengeroyokan itu, lima personel mengalami luka, Bripda Syahrul Luka robek di kepala, masih dirawat di rumah sakit. Pedro Anggolo, Luka lecet di tangan dan pergelangan tangan. Bripda Ariano, Luka memar di kepala. Yogi, Lecet di pelipis. Brida Yonanus, Sobek di kaki karena motornya ditendang.
“Satu yang masih di rumah sakit itu si Bripda Syahrul karena luka robek di kepala tapi luka tidak disebabkan senjata tajam. Oh nggak ada, nggak ada senjata tajam, nggak ada ditemukan kemarin,” bebernya.
Saat ini kasus ditangani gabungan Polres Bulungan dan Polisi Militer. Pihaknya juga bergabung dengan Polisi Militer (PM). Dari rekaman CCTV, polisi mendeteksi sekitar 12 orang terlibat pengeroyokan. Namun belum ada penetapan tersangka.
“Kalau pihak yang terlibat kita belum bisa tentukan ya karena kan nanti harus ada beberapa tahap. Cuma sekarang kita sudah melakukan penyelidikan,” ungkapnya.
Empat saksi sudah diperiksa, termasuk pemilik tempat hiburan, ketua RT, dan pemilik kos di sekitar lokasi, penyelidikan masih berlanjut.
Ia mengimbau masyarakat aktif melapor jika melihat keributan, terutama di jam rawan.
“Saya harapkan kepada masyarakat apabila menemukan adanya tindak pidana, adanya keributan, pelanggaran-pelanggaran di jam-jam subuh yang mungkin minim polisi hubungi 110. Pasti kita cepat untuk menindaklanjuti dan kita pasti turunkan anggota di sana,” pungkasnya. (ve26/nn)






