Yayasan Faqih Hasan Centre Gelar FGD Bersama Sahabat Disablitas Bulungan, Angkat Tema “Lawan Stigma Demi Merajut Asa”

redaksi

penakaltara.id, TANJUNG SELOR – Yayasan Faqih Hasan Centre menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Sahabat Disabilitas Bulungan dengan mengangkat tema “Lawan Stigma Demi Merajut Asa” yang berlangsung di area Tebu Kayan Tanjung Selor, Minggu (3/9/2023). 

Hadir pada kegiatan tersebut, Kepala Disdikbud Kaltara, Teguh Henri Sutanto, Kepala BPMP Kaltara, Dr. Jarwoko, Program Manager Inovasi Kaltara, Handoko Widagdo, Kepala Disdikbud Bulungan, Suparmin dan para pejabat terkait lainnya. Baik, dari tingkat kabupaten ataupun provinsi.

Acara pun diawali dengan sambutan masing – masing pejabat terkait. Mereka pada kesempatan itu memberikan sebuah harapan dan motivasi kepada seluruh penyandang disabilitas. Agar mereka ke depan sekalipun memiliki keterbatasan, tetap mampu untuk mandiri dan berkarya. Sinergitas pun terus ditingkatkan antar instansi guna mewujudkan itu semua.

Ketua Yayasan Faqih Hasan Centre, Hasanuddin kepada media ini menjelaskan, pihaknya dalam hal ini bersyukur dengan hadirnya para pejabat di acara FGD ini. Bahkan, beberapa pejabat lainnya, khususnya di tingkat provinsi. Mereka justru berinisiatif hadir dengan sendirinya. Dan sekaligus memberikan sebuah program dan motivasi kepada para penyandang disabilitas. 

Baca juga  Webinar Literasi Digital, "Asah Kreatifitas Melalui Media Sosial"

“Kita bersyukur atas kehadiran para pejabat di FGD ini. Dan perlu diketahui, Yayasan ini adalah sebagai salah satu wadah bagi mereka (penyandang disabilitas). Ke depan target kami akan ada sekolah khusus bagi penyandang disabilitas yang dapat kami dirikan melalui yayasan ini,” katanya. 

Lanjutnya, selain fokus pada pendidikan, Yayasan yang didirikannya ini juga berfokus pada kegiatan sosial. Hal apa saja yang bergerak di bidang sosial dan berdampak luas bagi masyarakat. Maka, akan digalakkan. Tentunya, dengan secara sinergis membangun komunikasi dengan instansi pemerintah yang ada. Sehingga semua dapat berjalan optimal di lapangan. “Kami akan fasilitasi. Harapannya mereka (penyandang disabilitas) tetap memiliki asa. Sehingga kehadiran mereka sama seperti orang normal pada umumnya,” harapnya. 

Sementara, Kepala Disdikbud Bulungan Suparmin pada kesempatan itu menyampaikan tentang pendidikan inklusif. Seperti diketahui bersama, pendidikan inklusif ini tengah digalakkan di daerah ini. Bahkan, guna mengoptimalkan pendidikan inklusif OPD itu meluncurkan program “SEKAR” atau sinergitas komunitas belajar yang baru – baru ini disosialisasikan. 

Baca juga  Benny Mamoto Buka Rapimnas SMSI 2023, Harapkan Keputusan Strategis Untuk Pemilu Damai

Kepala Disdikbud Bulungan, Suparmin mengatakan, Pendidikan inklusif ini sendiri merupakan salah satu amanat dari Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 70 Tahun 2009 tentang pendidikan inklusif yang diperkuat dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas. Program pendidikan inklusif ini bertujuan untuk meningkatkan akses, mutu pelayanan pendidikan yang ideal bagi anak – anak berkebutuhan khusus dan memberikan jaminan untuk memperoleh hak pendidikan yang sama seperti anak – anak lainnya. “Bahkan diperkuat dengan adanya Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bulungan Nomor 9 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Kebutuhan Layak Anak,” sebut Kadisdikbud Bulungan.

Pejabat yang pernah menakhodai Kepala SMA Negeri I Tanjung Palas Utara ini juga mengatakan, pendidikan inklusif ini tak ditampik menjadi program wajib. Sehingga pihaknya tedus berupaya untuk terus berinovasi agar program itu benar – benar berjalan maksimal. Meski, sejauh ini di lapangan masih cukup banyak permasalahan yang dihadapi. “Tetapi, melalui program “SEKAR” diyakini permasalahan itu lambat laun akan teratasi. Termasuk, dengan pertemuan ini sebagai upaya membangun sinergitas tersebut. OPD (organisasi perangkat daerah) di luar Disdikbud Bulungan dilibatkan guna memaksimalkan program Pendidikan Inklusif ini. Mulai dari Dinkes, Dinsos, Dinas Pembedayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementrian Agama Bulungan, UPT. Kemendikbudristek, BGP dan BPMP Kaltara serta Komunitas Psikologi Provinsi Kaltara,” bebernya.

Baca juga  Mantan Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat Jabat Ketua Karataker SMSI Kaltara

Sementara, seirama dikatakan Kepala Disdikbud Kaltara, Teguh Henri Sutanto ataupun pejabat lainnnya. Yang secara sinergis untuk siap membantu agar para penyandang disabilitas di daerah ini dapat hidup mandiri dan berkarya nantinya. Acara pun ditutup dengan foto bersama. (adc)

Baca juga

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer