Sertifikasi Pelatih dan Wasit Juri Pencak Silat 2025 Sukses Digelar, “Membangun Sinergi Mewujudkan Prestasi IPSI Kaltara”

redaksi

TARAKAN – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Kalimantan Utara sukses menggelar sertifikasi pelatih dan wasit juri Pencak Silat tingkat daerah tahun 2025 dengan tema “Membangun Sinergi Mewujudkan Prestasi IPSI Kaltara”. Kegiatan berlangsung pada 21–24 Agustus 2025 dan diikuti oleh perwakilan dari lima kabupaten/kota se-Kaltara dengan total 43 peserta.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber berkelas nasional dan internasional. Di antaranya Sodikin Marga Sutisna, S.Pd.I yang merupakan Wasit Juri Internasional Kelas III, Edy Suhartono pelatih berlisensi internasional, serta Ari Faizal, S.Or., M.Pd pelatih Pelatnas SEA Games 2025 Thailand.
Untuk pertama kalinya, IPSI Kaltara juga menghadirkan seorang psikolog olahraga, Na’ita Faulinna, M.Psi, psikolog Pelatnas Pencak Silat SEA Games, guna membekali peserta dengan materi manajemen stres, komunikasi, dan kesiapan mental.

Baca juga  Januari 2023, Realisasi APBN Tembus Rp 673,74 Miliar

Acara diawali dengan laporan Ketua Panitia, Ferry, yang menyampaikan bahwa kegiatan ini terselenggara berkat dana sharing peserta, dukungan KONI Kaltara, dan Pemprov Kaltara melalui Dinas Pemuda dan Olahraga.

“Alhamdulillah kegiatan ini bisa menghadirkan semua perwakilan kabupaten/kota. Harapannya, sertifikasi ini menjadi wadah menggali ilmu dan memberi manfaat nyata bagi IPSI Kaltara,” ucap Ferry.

Wakil Ketua II KONI Kaltara, Widodo, yang hadir sekaligus membuka acara, menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM pelatih dan wasit sangat penting mengingat persiapan menuju PON semakin dekat.

“PON bukan sekadar mencari pengalaman, tetapi prestasi. Karena itu, IPSI Kaltara harus bekerja keras, berkoordinasi dengan IPSI kabupaten/kota, dan memastikan atlet yang tampil benar-benar siap,” ujarnya.

Baca juga  Mahasiswa UBT Gelar Diskusi Kritis: Revisi KUHP, Alat Progresif atau Represif Baru?

Sementara itu, Ketua Umum IPSI Kaltara, Suroso, S.E, menegaskan bahwa sertifikasi ini merupakan bagian dari program kerja IPSI Kaltara dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Pelatih dan wasit juri adalah tulang punggung pencak silat. Pelatih tidak hanya harus berani, tetapi juga mampu membangun mental atlet. Sedangkan wasit juri dituntut menjaga objektivitas, konsentrasi, dan profesionalitas,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa ke depan hanya pelatih dan wasit juri bersertifikasi yang akan dilibatkan dalam event resmi.

Baca juga  Penggeledahan Kantor DPUPR-Perkim Kaltara, Kejati Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Gedung BPSDM

“Ini langkah nyata agar setiap event di Kaltara didampingi pelatih dan wasit juri yang kompeten dan memahami peraturan terbaru. Mari ikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan disiplin, karena sertifikasi ini menentukan kelulusan,” tegasnya.

Suroso berharap kegiatan ini menjadi momentum penting bagi peningkatan prestasi pencak silat Kaltara.

“Kami ingin membuktikan bahwa pencak silat sebagai budaya bangsa bisa berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional. Terimakasih kepada Pemprov Kaltara, KONI, serta para narasumber yang sudah mendukung kegiatan ini,” pungkasnya. (dni)

Baca juga

Tags