Kaltara Rawan Penyebaran Radikalisme, Ini Penyebabnya . . .

redaksi

 

KALTARA, penakaltara – Kalimantan Utara (Kaltara) yang secara geografis berbatasan langsung dengan Malaysia bagian timur (Serawak dan Sabah) serta dekat dengan Filipina Selatan. Hal tersebut diakui rawan terjadinya penyebaran radikalisme dan terorisme. Hal ini sebagaimana disampaikan Roedy Widodo selaku pembicara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Tarakan beberapa waktu lalu.

Roedy Widodo yang juga selaku Kasubdit Bina Dalam Lapas BNPT mengharapkan suatu keterlibatan masyarakat dalam pencegahan terorisme melalui FKPT (Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme) Kaltara. Untuk potensi paparan. Yakni, dapat menyasar para pekerja migran Indonesia (PMI) dan TKW. Sehingga di pusat sudah ada kerja sama tripartit antara BNPT, Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Luar Negeri.

Baca juga  Beri Kontribusi ke Kaltara, Senator Hasan Basri Salurkan 340 Beasiswa KIP Ke Mahasiswa/I UBT

“Kesiapsiagaan nasional, kontra radikalisme, deradikalisasi dan kerja sama Internasional menjadi upaya BPNT,” jelasnya dalam acara dengan tema “”Perempuan Top Viralkan Perdamaian”.

BNPT bekerja sama dengan kementerian dan lembaga lainnya dalam hal ini Kemenlu dan Kemenaker untuk memberikan pembekalan terhadap warga Indonesia sebelum berangkat ke luar negeri.

“Atau yg sudah berada di luar negeri agar tidak terpapar paham intoleransi melalui Subdit Kontra Propaganda dan Subdit Perlindungan warga negara Indonesia,” paparnya

Baca juga  Tiga Bangunan Ludes Dilahap si Jago Merah, Berikut Kronologisnya

Adapun penanggulangan tindak pidana dilakukan secara “soft approach” melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat dan deradikalisasi, serta “hard approach” melalui koordinasi penegakan hukum baik di dalam maupun di luar negeri.

Untuk diketahui, pada acara itu melibatkan sekitar 110 kaum perempuan dari berbagai organisasi, profesi dan mahasiswi/pelajar.(*)

Baca juga

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer