TANJUNG SELOR – Wakil Bupati Bulungan, Kilat, A.Md, meninjau langsung perkebunan kakao sekaligus mendampingi kegiatan Pelatihan Olahan Cokelat di Kabupaten Bulungan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas olahan kakao lokal sekaligus mendorong pengembangan agroindustri berbasis cokelat.
Pelatihan menghadirkan narasumber dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (ICCRI) Jember, yaitu Bapak Edy Suharyanto, STP., MP. Peserta pelatihan berasal dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar Desa Antutan. Para peserta mendapatkan berbagai pengetahuan baru terkait peningkatan kualitas olahan cokelat.
“Kami hadir untuk mendampingi pelatihan ini agar pengembangan olahan kakao di Bulungan semakin terarah, berkualitas, dan berpeluang besar di pasar,” ujar Kilat, A.Md.
Dalam pelatihan, peserta belajar mengenai mutu biji kakao atau nibs, pemilihan bahan tambahan, resep dan komposisi bahan, serta cara mengoperasikan peralatan pengolahan cokelat. Selain itu, pelatihan juga menekankan pentingnya kondisi rumah produksi, kebersihan, dan higienitas, termasuk penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan seminim mungkin kontak kulit langsung dengan produk untuk menjaga mutu dan mencegah kontaminasi mikroba.
“Mutu biji kakao harus dijaga, dan proses pengolahan harus sesuai dengan SOP. Dengan begitu, hasil olahan akan berkualitas tinggi dan memiliki peluang pasar yang sangat besar,” ungkap Bapak Edy Suharyanto, STP., MP.
Wakil Bupati Kilat menekankan bahwa pengembangan agroindustri pengolahan kakao memerlukan kombinasi antara infrastruktur, sumber daya manusia, dan transformasi sikap mental dari tradisional menjadi industrial. Menurutnya, langkah ini penting agar potensi kakao lokal dapat dioptimalkan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Pengembangan olahan kakao bukan hanya soal produksi, tetapi juga pengelolaan yang profesional dan modern. Dengan pendekatan ini, Bulungan bisa menjadi pusat agroindustri kakao yang berdaya saing,” tegas Kilat, A.Md.
Kegiatan pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan para pelaku UMKM lokal, membuka peluang pasar baru, dan memperkuat ekonomi berbasis desa melalui pengolahan cokelat berkualitas.
“Kami optimis, dengan pelatihan ini, kualitas olahan kakao di Bulungan meningkat, peluang pasar terbuka lebar, dan kesejahteraan masyarakat pun meningkat,” tutup Wakil Bupati. (DKIP_Bulungan)





