TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten Bulungan terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas sampah melalui penerapan konsep Gerakan Lingkungan Bebas Sampah (Zero Waste). Komitmen tersebut ditunjukkan dengan kehadiran Wakil Bupati Bulungan, Kilat, A.Md dalam kegiatan Sosialisasi Gerakan Lingkungan Bebas Sampah (Zero Waste) yang berlangsung di Ruang Rapat Korem 092/Mrl, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bulungan dan Provinsi Kalimantan Utara, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis yang berkaitan langsung dengan pengelolaan kebersihan, lingkungan hidup, dan tata kelola persampahan.
Dalam kegiatan itu, berbagai inovasi dan strategi pengelolaan sampah modern dipaparkan kepada peserta melalui zoom meeting. Mulai dari sistem pemilahan sampah, pengurangan limbah rumah tangga, pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) berbasis teknologi, hingga pemanfaatan residu sampah agar memiliki nilai guna dan tidak mencemari lingkungan.
Wakil Bupati Bulungan, Kilat, A.Md menilai sosialisasi tersebut menjadi langkah penting dalam membuka wawasan pemerintah daerah mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan. Menurutnya, persoalan sampah kini menjadi tantangan serius yang harus ditangani dengan inovasi dan teknologi modern agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan maupun kesehatan masyarakat.
“Kegiatan ini sangat baik karena memberikan banyak pengetahuan dan inovasi baru terkait pengelolaan sampah modern. Pemerintah daerah tentu harus mulai memikirkan sistem pengelolaan sampah yang efektif, ramah lingkungan, dan mampu mengurangi volume sampah secara signifikan,” ujar Kilat.
Salah satu inovasi yang menjadi perhatian dalam sosialisasi tersebut adalah sistem pengelolaan sampah modern yang diterapkan di Kota Bandung. Dengan dukungan teknologi dan peralatan modern, tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) mampu diolah secara maksimal hingga menghasilkan residu yang sangat kecil.
Bahkan, dari satu ton abu sampah yang diolah, hanya menyisakan sekitar lima kilogram residu akhir. Teknologi tersebut dinilai sangat efektif dalam mengurangi penumpukan sampah sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.
“Inovasinya luar biasa. Sampah-sampah di Bandung bisa diolah hingga bersih dan volumenya berkurang drastis. Dari satu ton abu sampah, hanya tersisa sekitar lima kilogram saja. Ini tentu menjadi inspirasi besar bagi Kabupaten Bulungan untuk mulai menerapkan pengelolaan sampah berbasis teknologi modern,” jelasnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bulungan ke depan akan terus mendorong peningkatan sistem pengelolaan sampah terpadu, mulai dari edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya memilah sampah dari rumah tangga, pengurangan penggunaan bahan yang sulit terurai, hingga penguatan sarana dan prasarana pengelolaan sampah di daerah.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan berupaya membangun kolaborasi dengan berbagai pihak agar gerakan lingkungan bebas sampah dapat berjalan maksimal dan menjadi budaya masyarakat.
Menurut Wabup, keberhasilan mewujudkan daerah bebas sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, komunitas lingkungan, hingga generasi muda agar tercipta kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Gerakan Zero Waste harus menjadi gerakan bersama. Jika masyarakat memiliki kesadaran menjaga lingkungan dan pemerintah didukung teknologi pengelolaan sampah yang baik, maka kita optimistis Bulungan bisa menjadi daerah yang bersih, sehat, dan nyaman,” tambahnya.
Melalui sosialisasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bulungan optimistis mampu mengadopsi berbagai inovasi pengelolaan sampah modern sebagai langkah nyata menuju daerah yang lebih maju, berwawasan lingkungan, serta mendukung pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Utara. (DKIP_Bulungan)





