Inginkan Masa Muda Berguna Bagi Kemajuan Daerah, Dediyansah Turut Andil Terjun ke Dunia Politik

redaksi

Tim penakaltara.id mendapat kesempatan bertemu langsung oleh salah satu calon anggota legislatif di DPRD Kabupaten Bulungan Dediyansyah. Berikut bincang – bincang bersama pria yang akrab disapa Bang Dedi ini.

••••••••••

“Keinginan dan motivasi utama mencalonkan diri sebagai caleg adalah menginginkan masa muda lebih berguna untuk kemajuan daerah. Satu-satunya kendaraan yang tepat untuk dapat menyalurkan aspirasi tersebut adalah melalui lembaga legislatif,” ucapnya mengawali perbincangan.

Dalam tiap pemilu, kaum muda selalu menjadi incaran suara para kontestan. Hanya saja, belum banyak kebijakan yang berpihak pada generasi muda. “Saya ingin maksimalkan masa muda untuk kemajuan bangsa pada umumnya dan daerah yang kita cintai ini Tanjung Selor pada khususnya,” ujarnya.

Sudah saatnya pemuda ambil bagian dalam kemajuan pembangunan yang baru terutama di daerah kelahiran sendiri. Banyak sekali pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh pemerintah daerah, yang mana harus dikuatkan dengan kolaborasi dengan semua unsur salah satunya dengan kalangan pemuda.

Di sisi lain, kerancuan definisi anak muda akhirnya turut mempengaruhi pandangan terhadap soliditas generasi. Mereka dilihat memang berani di ruang media sosial, tetapi cenderung lemah jika dihadapkan pada permasalahan di lapangan.

Baca juga  Ada 362 Surat Suara yang Rusak, KPU : Jumlah Ini Lebih Sedikit Dibanding Pemilu Sebelumnya

Padahal, belakangan ini banyak permasalahan terangkat dari isu di media sosial.”Kita semua berharap keterlibatan pemuda ini dapat mendorong politik yang lebih sehat, berkualitas dan berintegritas. Salah satunya kita melihat ketertarikan pemuda di politik semakin besar,” katanya.

Di satu sisi, generasi muda penting untuk melek politik. Karena generasi muda mendominasi jumlah pemilih. Artinya, generasi muda adalah pemangku kepentingan sesungguhnya. “Generasi muda diharapkan dapat menjadi aktor dalam memfilter berita hoaks dan ujaran kebencian. Sebaiknya generasi muda mampu menyebarkan dan menjaga nilai-nilai toleransi atas persaingan politik. Kemudian diharapkan mampu memberikan kritik obyektif,” bebernya.

Hal ini juga karena bonus demografi yang kini diisi banyak anak muda. “Kita memiliki bonus demografi anak-anak muda. Ini menjadi momentum anak-anak muda untuk mengisi ruang di semua lini. Kita bisa lihat tidak hanya di panggung politik, namun juga penyelenggara dan birokrasi,” jelasnya.

“Harapan kita bersama semoga pemuda dapat membawa perspektif segar dan ide-ide inovatif ke meja pengambilan keputusan. Keterlibatan pemuda di tingkat lokal maupun nasional semakin signifikan,” sambungnya.

Pemuda semakin sadar akan pentingnya pendidikan politik. Mereka mencari pemahaman yang lebih baik tentang sistem politik, hak dan tanggung jawab mereka sebagai warga negara, serta cara partisipasi aktif dalam proses politik.

Lalu apa yang diperjuangkan dan alasannya..?Pemuda adalah agen perubahan, peran pemuda juga sebagai agen pembangunan dan modernisasi. Ide dan gagasan yang diperjuangkan adalah hal-hal yang aktual dan kontemporer saat ini, yang telah menjadi permasalahan di kalangan pemilih muda.

Misalnya, akses lingkungan, pendidikan, dan peningkatan skill atau kemampuan di dunia kerja.Anak muda adalah masa depan yang potensinya harus digali, diberi ruang tumbuh, dan berkarya. Jika tidak diarahkan, sebaliknya bisa menjurus ke perilaku destruktif.

“Saya menawarkan program yang akan memperjuangkan hak-hak anak serta remaja. Mulai dari hak mendapatkan pendidikan yang layak baik formal maupun informal, hak kesehatan, sampai hak mengaktualisasikan diri, dan kemudahan berpenghasilan,” ucapnya lagi.

Dampaknya akan berpengaruh besar pada kebijakan misalnya pada penyediaan ruang-ruang publik untuk kaum muda, berlimpahnya workshop dan coaching clinic, atau kebijakan ramah investasi agar lapangan kerja terbuka luas.”Jika kita tidak mengantisipasi, maka akan kewalahan mengatasi angka pengangguran maupun problem-problem sosial lain dari kalangan muda,” ungkapnya.

Baca juga  Momen Hari - Hari Pertama Kampanye, Norhayati Gelar Do'a dan Berbagi ke Masyarakat

Untuk itu, menyiapkan generasi yang tangguh dan berkarakter perlu jadi perhatian berbagai elemen. Mulai dari pemerintah, lingkungan belajar, lingkungan tempat tinggal bahkan yang terpenting lingkungan keluarga.

Target jangka panjang apa? Bersama pemuda atau Gen Z untuk berpikir bersama membangun daerah. Tentu mereka punya style sendiri-sendiri secara situasional sesuai dengan kondisi di daerah. Banyak contoh konkret bahwa anak muda yang sudah begitu visioner dalam mengimprovisasi dengan mengedukasi rekan-rekannya bahwa lapangan kerja itu ada di daerah sendiri.

Kebutuhannya apa, apakah di pertanian, atau di bidang ekonomi mereka bagaimana bicara tentang akses modal, akses pasar, akses informasi. “Sebab, anak muda harus diedukasi untuk bagaimana mereka tahu mengakses modal seperti apa, mengakses pasar seperti apa, jualan apa, bagaimana, tentu dengan pemerintah sebagai fasilitator dan regulator. Di situlah peran kita yang ada di eksekutif dan legislatif membantu,” tutupnya. (***/)

Baca juga

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer