Komitmen Pemkab Bulungan Genjot Cetak Sawah 700 Hektare, Wakil Bupati Tegaskan Target Swasembada Pangan dan Wujudkan Lumbung Beras Kalimantan Utara Tanpa Ketergantungan Impor

redaksi

TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan terus menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat ketahanan pangan daerah melalui program cetak sawah rakyat seluas sekitar 700 hektare. Program strategis tersebut diyakini menjadi langkah besar menuju swasembada pangan sekaligus membuka peluang Bulungan menjadi salah satu lumbung beras di Kalimantan Utara.

Komitmen itu ditegaskan dalam kegiatan Sosialisasi Cetak Sawah Rakyat di Wilayah Kodim 0903/Bulungan Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Tanjung Selor, Jumat (22/5/2026). Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Bulungan, Kilat, A.Md., bersama jajaran pemerintah daerah, instansi pertanian, kelompok tani, serta perwakilan Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian.

Dalam sambutannya, Wabup menegaskan bahwa program cetak sawah bukan sekadar pembukaan lahan baru, melainkan langkah nyata membangun kemandirian pangan daerah di tengah meningkatnya kebutuhan beras masyarakat.
“Kalau lahan ini dikelola dengan baik, saya yakin ke depan Bulungan tidak lagi bergantung pada impor beras. Bahkan kalau produksi meningkat, kita bisa menyuplai beras ke daerah lain di Kalimantan Utara,” ujar Kilat.

Baca juga  Wabup Bulungan Hadiri Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Ormas: Bangun Sinergi untuk Bulungan yang Lebih Baik

Menurutnya, keberadaan lahan pertanian baru menjadi peluang besar bagi masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup melalui sektor pertanian. Pemerintah daerah pun memastikan dukungan penuh melalui penyediaan benih, pupuk, hingga pendampingan teknis dari Dinas Pertanian.
“Kita tidak ingin ada lagi lahan tidur. Setelah lahannya dibuka, harus dimanfaatkan dan dikelola secara maksimal agar benar-benar menghasilkan,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya kelompok tani di wilayah Tanjung Selor Timur, Tanjung Palas, hingga kawasan SP 8 untuk bersama-sama mendukung program tersebut. Menurutnya, tidak semua masyarakat memiliki kemampuan membuka lahan pertanian secara mandiri karena membutuhkan biaya besar.
“Sekarang pemerintah hadir membantu membuka lahan secara gratis. Ini kesempatan yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin demi masa depan pertanian kita,” tambahnya.

Selain sosialisasi, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pelaksanaan Mutual Check 0 Persen (MC-0) pekerjaan konstruksi cetak sawah. Tahapan ini menjadi langkah awal sebelum pekerjaan fisik dilakukan, meliputi pemeriksaan kondisi lapangan, verifikasi titik koordinat dan luasan lahan, pengecekan desain teknis, kesiapan konstruksi, hingga identifikasi potensi kendala di lapangan.

Baca juga  Tinjau SDN 009 Peso, Wakil Bupati Kilat, A.Md Prihatin: “Saya Akan Berusaha Semaksimal Mungkin untuk Memperbaiki Sekolah Ini”

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan, Kristiyanto, S.P., M.T., menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya fokus membuka lahan, tetapi juga memastikan keberlanjutan produksi pertanian masyarakat.

Menurutnya, program cetak sawah akan diikuti dengan bantuan benih padi, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pendampingan kepada petani agar lahan yang dibuka benar-benar produktif.
“Hari ini semangat petani harus dibangun. Pemerintah sudah memberikan dukungan penuh. Karena itu kami meminta komitmen kelompok tani untuk siap menanam padi dan minimal dua kali tanam dalam setahun,” tegasnya.

Ia menilai keberhasilan program sangat bergantung pada keseriusan masyarakat dalam mengelola lahan pertanian secara berkelanjutan demi mendukung target swasembada pangan daerah.

Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian Kelas II Banjarbaru, Abdul Sabur, S.Hut., M.P., menyebut program cetak sawah merupakan investasi besar pemerintah pusat untuk memperkuat sektor pertanian daerah.

Baca juga  Wabup Bulungan Ucapkan Selamat, Risdianto Resmi Nahkodai PMI Kaltara Periode 2025–2030

Menurutnya, biaya pembukaan lahan sawah mencapai lebih dari Rp30 juta per hektare, sehingga masyarakat diminta benar-benar memanfaatkan bantuan tersebut secara optimal.
“Program ini gratis, tetapi nilainya sangat besar. Kalau dimanfaatkan dengan baik, hasilnya akan langsung dirasakan masyarakat sendiri,” ujarnya.

Abdul Sabur menjelaskan, selain pembukaan lahan sawah, pemerintah pusat juga menyiapkan dukungan lanjutan berupa bantuan irigasi pompa dan perpipaan guna mendukung produktivitas pertanian masyarakat.

Ia mengungkapkan, total program cetak sawah di Kalimantan Utara mencapai sekitar 3.000 hektare yang tersebar di Kabupaten Bulungan, Nunukan, Malinau, dan Kota Tarakan. Dari jumlah tersebut, sekitar 700 hektare dialokasikan untuk Kabupaten Bulungan.

“Kami berharap masyarakat benar-benar mendukung program ini. Karena kesempatan seperti ini tidak selalu ada, dan akan sangat disayangkan apabila lahan yang sudah dibuka tidak dimanfaatkan secara maksimal,” pungkasnya. (DKIP_Bulungan)

Baca juga

Tags

Ads - Before Footer