Pencegahan, Dinkes Bulungan Fokus Tekan Kasus HIV

redaksi

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, Imam Sujono

TANJUNG SELOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bulungan, perkuat upaya pencegahan dan pengendalian virus Human Immunodeficiency Virus (HIV). Langkah tersebut dilakukan menyusul masih ditemukannya kasus HIV pada sejumlah kelompok populasi kunci hingga Juni 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, Imam Sujono, mengatakan, berdasarkan data Dinkes, kelompok Wanita Pekerja Seks (WPS) masih menjadi kelompok dengan jumlah pemeriksaan HIV terbanyak. Sementara itu, kelompok Laki-laki Suka Laki-laki (LSL) menjadi kelompok dengan persentase kasus positif HIV tertinggi.

“Kalau sekarang HIV/AIDS di Kabupaten Bulungan, urutan terbanyak nomor dua penularannya berasal dari laki-laki suka laki-laki (LSL). Ini menjadi perhatian kami,” kata Imam Sujono saat diwawancarai, Senin (20/7/2026).

Data Dinas Kesehatan mencatat, hingga Juni 2026 terdapat 119 WPS yang menjalani pemeriksaan HIV dengan 3 orang dinyatakan positif atau sekitar 2,52 persen. Sementara pada kelompok LSL, sebanyak 13 orang diperiksa dan 5 orang dinyatakan positif, dengan tingkat positivitas mencapai 38,4 persen. Selain itu, dari 124 pelanggan pekerja seks yang diperiksa, ditemukan 2 kasus positif atau sekitar 1,6 persen.

Baca juga  Sekolah di Bulungan Terpaksa Diliburkan Akibat Banjir, Disdikbud: "Keselamatan Siswa Nomor Satu!"

Adapun tren pemeriksaan HIV pada kelompok populasi kunci menunjukkan jumlah pemeriksaan WPS sempat meningkat dalam beberapa tahun terakhir, yakni 263 orang pada 2022, 223 orang pada 2023, 319 orang pada 2024, dan mencapai 416 orang pada 2025, sebelum tercatat 119 orang hingga Juni 2026.

Pada periode yang sama, pemeriksaan terhadap kelompok LSL masing-masing sebanyak 31 orang pada 2022, 30 orang pada 2023, 32 orang pada 2024, 65 orang pada 2025, dan 13 orang hingga Juni 2026.

Menurut Imam, pihaknya tidak hanya berfokus pada pemeriksaan, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat. Salah satu program yang rutin dilaksanakan adalah skrining HIV bagi calon pengantin (Catin) yang bekerja sama dengan Kementerian Agama, Kantor Urusan Agama (KUA), dan seluruh puskesmas di Kabupaten Bulungan.

Baca juga  ‎Program Sekolah Jarak Jauh Belum diterapkan di Bulungan

Selain itu, petugas kesehatan secara berkala turun ke sekolah-sekolah untuk memberikan penyuluhan mengenai HIV, mulai dari cara penularan, pencegahan, hingga pentingnya menjaga perilaku hidup sehat.

“Kami juga melakukan pendekatan kepada kelompok-kelompok yang berisiko dan memberikan edukasi di lokasi-lokasi yang dianggap rawan, agar masyarakat memahami bagaimana HIV menular dan bagaimana cara mencegahnya,” jelasnya.

HIV hingga kini belum dapat disembuhkan. Namun, penderita dapat menjalani terapi menggunakan obat antiretroviral (ARV) yang berfungsi menekan perkembangan virus sehingga kualitas hidup penderita tetap terjaga dan risiko penularan dapat ditekan.

“HIV memang belum bisa disembuhkan, tetapi bisa dikendalikan dengan pengobatan ARV yang diminum secara rutin seumur hidup,” bebernya.

Baca juga  Warga Tanjung Selor Geger, Seorang Pria Ditemukan Meninggal di Dalam Kamar Kos

Ia berharap masyarakat semakin sadar pentingnya melakukan deteksi dini, menghindari perilaku berisiko, serta tidak ragu memanfaatkan layanan pemeriksaan HIV yang telah tersedia di fasilitas kesehatan. Sebagai informasi HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh.

Sementara, Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS ) adalah tahap akhir dari infeksi HIV, di mana sistem kekebalan tubuh sudah rusak parah. Penderita AIDS pasti memiliki HIV, tetapi penderita HIV belum tentu terkena AIDS. (ve26/nn)

Baca juga

Tags