Jembatan Sei Jelarai Ditutup Sebagian Hingga 12 September, Ada Apa?

redaksi

Sebagian sisi jembatan Jelerai ditutup sementara, kendaraan tetap dapat melintas, Jumat (4/9/2026). (FOTO:Yohanes/PENA KALTARA)

TANJUNG SELOR – Pengguna jalan yang kerap melintasi Jembatan Jelarai Raya, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, diminta untuk lebih berhati-hati dan bersabar. Pasalnya, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Utara (Kaltara) memberlakukan penutupan sebagian badan jalan jembatan mulai sejak 2 hingga 12 September 2026. Lantas, ada apa dibalik penutupan tersebut.

Rupanya, penutupan ini bukanlah disebabkan oleh kerusakan jalan yang ekstrem, melainkan karena adanya pekerjaan pemeliharaan jembatan. Meski separuh badan jalan ditutup, masyarakat tak perlu khawatir mobilitasnya terputus. Arus kendaraan dipastikan tetap bisa melintas secara bergantian pada sisi jalan yang tidak sedang dikerjakan.

Baca juga  Antisipasi Kabut Asap pada Kesehatan, 10 Ribu Masker Dibagikan di Tanjung Selor

Kepala Seksi (Kasi) Preservasi BPJN kaltara, Kuntiadi Satriawan, mengungkapkan, rekayasa lalu lintas dengan sistem buka-tutup ini sengaja dilakukan secara bertahap agar jembatan tidak perlu ditutup total.

“Yang lubang itu ditutup dengan asphaltic. Asphaltic itu berarti sampai dia terpasang tidak bisa dilewati satu sisi. Nanti berkala berpasang, nanti baru baliknya lagi pasang. Makanya distop sebagian,” ujar Kuntiadi, Jumat (4/9/2026).

Ia memastikan, jembatan vital tersebut masih bisa digunakan oleh masyarakat selama alat berat dan pekerja berada di lokasi.

Baca juga  Anak 9 Tahun Dilaporkan Hilang di Sungai Jelarai, Diduga Terbawa Arus

“Iya, maka tetap bisa lewat,” katanya.

Lebih lanjut, Kuntiadi meluruskan asumsi bahwa pekerjaan tersebut dilakukan untuk menambal jalan berlubang akibat aspal rusak.

Ia menjelaskan, struktur jembatan memiliki sambungan antara bagian oprit dan badan jembatan yang memang memiliki celah. Bagian celah antarsemen atau antarsegmen inilah yang sedang ditangani menggunakan material khusus bernama asphaltic demi menjaga usia dan kondisi jembatan.

“Bukan aspal, namanya asphaltic. Jadi dia kayak sejenis aspal. Jadi sambungan antara segmen,” jelasnya.

Ia menegaskan, pengerjaan di Jembatan Sei Jelarai ini bukan dilakukan semata-mata karena adanya keluhan dari masyarakat, melainkan murni dari hasil pantauan teknis di lapangan.

Baca juga  Rp693 Juta APBD Mengalir ke Parpol di Bulungan, Bupati Minta Dipakai untuk Pendidikan Politik

“Kalau itu kita rutin berkala. Kita kan ada pemeliharaan rutin sama pemeliharaan berkala. Kalau berkala itu berdasarkan hasil survei,” pungkasnya. (ve26/nn)

Baca juga

Tags