TANJUNG SELOR – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bulungan, Drs. Sigit Raharjo, mendorong operator website desa memanfaatkan platform digital untuk mempublikasikan perlindungan dan rehabilitasi mangrove, potensi desa, serta kegiatan pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, informasi dan karya yang dipublikasikan hari ini dapat menjadi dokumentasi berharga yang dikenang dan bermanfaat bagi masyarakat di masa mendatang.
Pesan tersebut disampaikan Sigit saat membuka Pelatihan Peningkatan Kapasitas Operator Sistem Informasi Desa (SID) atau website desa dalam proyek NASCLIM di Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur, di Hotel Pangeran Khar, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Rabu (28/10/2026).
Pelatihan bertema “Meningkatkan Akses Pengetahuan bagi Masyarakat untuk Berpartisipasi dalam Perlindungan dan Rehabilitasi Mangrove” itu diikuti perwakilan tiga desa di Kabupaten Bulungan, yakni Desa Salimbatu, Sekatak Buji, dan Sekatak Bengara.
Sigit menekankan bahwa website desa tidak seharusnya hanya menjadi platform digital yang tersedia, tetapi perlu dikelola secara aktif untuk menyampaikan informasi mengenai kegiatan, potensi, dan perkembangan desa kepada masyarakat luas.
Ia mengingatkan peserta agar serius mengikuti pelatihan, mulai dari menyimak hingga memahami materi yang diberikan. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam pengelolaan website sehingga operator mampu menghasilkan publikasi yang informatif, bermanfaat, dan dapat diakses oleh lebih banyak orang.
Menurutnya, karya yang dihasilkan melalui pengelolaan informasi digital dapat menjadi bagian dari jejak kontribusi seseorang bagi masyarakat. Informasi yang dipublikasikan dengan baik juga dapat membuat kegiatan dan potensi desa lebih dikenal, sekaligus menjadi dokumentasi yang bernilai dalam jangka panjang.
Karena itu, operator desa didorong mengembangkan kemampuan teknis dan kreativitas dalam menyajikan konten. Publikasi tidak hanya berkaitan dengan kegiatan pemerintahan desa, tetapi juga mencakup upaya perlindungan lingkungan pesisir, rehabilitasi mangrove, serta pemberdayaan dan pengembangan ekonomi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Sigit turut menyampaikan apresiasi kepada tim NASCLIM atas pelaksanaan pelatihan yang mendukung peningkatan kapasitas operator website desa. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh peserta tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi benar-benar diterapkan untuk menjaga keberlanjutan pengelolaan website di masing-masing desa.
Pelatihan ini menjadi salah satu upaya memperluas akses pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem mangrove dan mendukung pemberdayaan masyarakat pesisir. Melalui website desa yang aktif dan dikelola secara konsisten, berbagai kegiatan, tantangan, serta upaya pelestarian lingkungan dapat terdokumentasi dan diketahui publik.
Dengan demikian, website desa diharapkan menjadi kanal informasi yang hidup dan berkelanjutan. Karya yang dipublikasikan hari ini bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga meninggalkan jejak pengetahuan yang dapat dikenang dan dimanfaatkan oleh masyarakat pada masa mendatang. (dd)








