Teguhkan Semangat Kebhinekaan Melalui Tarian Masal di Gelaran Birau Bulungan 2025

redaksi

TANJUNG SELOR – Suasana latihan jelang gelaran Birau Bulungan 2025 menjadi saksi bisu dari penampilan para penari yang bakal memukau ribuan penonton dengan tari masal bertema “Ikrar Kebhinekaan”. Gerakan yang selaras, irama yang tertata, serta makna yang mendalam seolah menghadirkan pesan kuat tentang persatuan dan kecintaan terhadap budaya Nusantara.

Dengan para penari yang akan mengenakan busana tradisional yang megah dan penuh warna, para penari tampil akan diiringi musik khas Kalimantan. Tak sekadar pertunjukan seni, tarian ini nantinya menjadi simbol persaudaraan dan komitmen menjaga warisan budaya leluhur.

Dalam narasi yang menggugah, salah satu penari menyampaikan pesan penuh makna di sela penampilan mereka:

“Ini bukan tentang siapa kami. Bukan nama, apalagi individu.
Setiap gerakan yang kami bentuk, setiap irama yang tertata, setiap makna yang tersembunyi—semuanya kami persembahkan dengan satu tujuan. Kami berdiri di antara para pelestari budaya, bergerak serentak. Ayunan tubuh dan langkah kaki kami menjadi satu: pemersatu jiwa.”

Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa penampilan yang akan disajikan nantinya bukan sekadar hiburan, melainkan manifestasi rasa cinta dan tanggung jawab terhadap kebudayaan.

“Kami hanyalah insan negara yang terpanggil, mengambil peran kecil dalam gelaran Birau ini. Kami merawat budaya dalam bentuk tari masal, belajar memaknai hakikat persatuan melalui seni yang agung,” lanjutnya dengan suara penuh emosi.

Pertunjukan nantinya dipastikan akan menggugah perasaan banyak penonton.

Baca juga  Staf Ahli TP PKK Bulungan dan Pengurus Hadiri HKG PKK ke-53 dan Rakernas X di Samarinda, Kaltim, Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Festival UMKM

“Ini adalah ikrar kebhinekaan. Di sini, dalam satu alunan tarian, seluruh perbedaan melebur menjadi harmoni yang sempurna. Kami menari untuk menegaskan bahwa Budaya Dayak adalah denyut nadi Nusantara yang tak akan pernah berhenti berdetak. Kami menari untuk menjaga warisan, kami menari untuk masa depan.”

Suara musik yang mengiringi pun menguat, lalu mereda perlahan, seolah mengiringi pesan sakral yang menggema di udara:

“Kami adalah penjaga janji. Kami adalah penari dari hati.
Salam dari kami, Penari Dayak.”

Penampilan tersebut dipastikan akan menjadi salah satu momen paling berkesan dalam rangkaian Birau Bulungan 2025, sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga dan melestarikan seni serta tradisi lokal sebagai bagian dari identitas bangsa.

Baca juga  "Resmi Berlaku, Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum di Bulungan Tingkatkan PAD dan Ketertiban Lalu Lintas, Tahap Awal Dilakukan Sosialisasi"

“Kami selaku PNS yang terpanggil dan tergabung dalam kelompok Tari Dayak dari 3 Suku lainnya yang ada di Kabupaten Bulungan, ada Kelompok tari Tidung dan kelompok tari Bulungan. Kami latihan dengan penuh semangat demi bisa menampilkan yang terbaik nantinya,”

Birau bukan hanya perayaan sejarah Kesultanan Bulungan, tetapi juga wadah yang meneguhkan tekad masyarakat untuk terus bersatu dalam keberagaman, menjadikan budaya Dayak sebagai jantung spiritual dan kebanggaan Kalimantan Utara. (***)

Baca juga  Ormas dan Tokoh Masyarakat Bulungan Tolak Kehadiran Grib Jaya: "Premanisme Tidak Bisa Ditoleransi"

Baca juga

Tags

Ads - Before Footer