TANJUNG SELOR – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bulungan membidik kalangan mahasiswa sebagai motor penggerak demokrasi, melalui kegiatan sosialisasi pendidikan politik yang digelar di Auditorium Lamlai Suri Universitas Kaltara (Unikaltar), Selasa (23/6/2026).
Kepala Kesbangpol Bulungan, Dharmawan, mengatakan, pendidikan politik bagi mahasiswa menjadi penting karena kelompok pemuda mendominasi pemilih pemula di Kabupaten Bulungan, dengan persentase mencapai 45 hingga 60 persen.
“Mahasiswa ini motor penggerak yang positif. Kami berharap mereka menjadi leader perubahan dan role model, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan sosialisasi pendidikan politik merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari amanat pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas demokrasi di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini untuk meningkatkan demokrasi, khususnya kepada masyarakat, baik pada pelaksanaan pilkada maupun pemilu,” katanya.
Ia menegaskan, politik tidak seharusnya dipandang sebagai sesuatu yang buruk. Demokrasi, lanjutnya, harus dijalankan secara santun dengan menjunjung sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan pilihan politik.
Selain itu, iya juga menambahkan, terkait bantuan keuangan partai politik yang disalurkan pemerintah daerah dialokasikan untuk dua kebutuhan utama, yakni operasional partai dan pelaksanaan sosialisasi pendidikan politik kepada masyarakat.
Sementara itu, mahasiswa STIT Al-Anshar, Muhammad Wafik Qurahman, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, pendidikan politik dapat menjadi sarana pencegahan terhadap berbagai penyimpangan dalam praktik demokrasi, termasuk penggunaan isu agama untuk kepentingan politik.
Namun, ia berharap pendidikan politik tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata. Lembaga-lembaga politik dinilai perlu hadir secara langsung di tengah masyarakat untuk mendorong perbaikan kualitas demokrasi.
“Harapannya lembaga-lembaga politik yang hadir pada siang hari ini tidak hanya mensosialisasikan hal tersebut, tetapi juga langsung terjun ke lapangan untuk memperbaiki masalah demokrasi Indonesia,” pungkasnya. (ve26/nn)






