Ini Alasan Norhayati Andris ‘Hijrah’ ke Partai Gerindra?

redaksi

Foto : Istimewa


penakaltara.id, TARAKAN – Tentu tak asing mendengar nama Norhayati Andris. Ia merupakan salah satu wakil rakyat di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Bahkan, terhitung sekitar 20 tahun lamanya Ia telah berkarir di PDIP. Karir moncer Norhayati Andris di PDIP pun tak main-main, 2 periode menjadi anggota DPRD di KTT dan 2 periode menjadi anggota DPRD Kaltara.

Namun, siapa menyangka di tahun ini sosoknya ‘hijrah’ ke Partai Gerindra milik Prabowo Subianto selaku Ketua Umum-nya. Meski, sebelumnya diketahui bersama pada puncak karir dalam perjalanan politik Ia sempat dirasakannya hingga saat didapuk menjadi Ketua DPRD Kalimantan Utara. 

Baca juga  Resmi Dilantik, Dr. Didi Ardiansyah Jabat Rektor Universitas Kaltara

Tapi, sekalipun sederet karir gemilang yang diperolehnya ternyata tak membuat kebersamaan Norhayati dengan PDIP abadi atau kekal selamanya. Keputusan Norhayati untuk berlabuh ke Partai Gerindra juga melalui pertimbangan yang matang. Sebelum bergabung dengan Gerindra, Norhayati akui menerima sejumlah kesepakatan dari PKB, Demokrat, Nasdem, Golkar dan sejumlah partai lainnya. 

Istimewa foto

“Ya, jadi sebelumnya banyak teman-teman mengajak saya untuk bergabung. Mungkin karena teman-teman tahu saya tidak lagi sebagai struktur partai. Sebab, saya waktu itu mendapat sanksi tidak ada di struktur partai,” beber Norhayati dalam press rilisnya Rabu (4/10/2023) di kediamannya Jalan Celebes, Kelurahan Karang Anyar.  

Baca juga  Ditsamapta Polda Kaltara Melaksanakan Patroli Jarak Jauh Ke Wilayah Malinau

“Ketika last Minute, saya menghubungi teman-teman Gerindra, dan bertemu, sehingga saya memutuskan untuk ikut bergabung,” ucapnya seraya mengingat itu menjadi momen yang masih terpatri dalam Ingatannya. 

Pada kesempatan itu, Norhayati menyampaikan, dirinya sejatinya sempat menunggu keputusan PDIP untuk memberinya pengugasan pada kontestasi Pemilu 2024. Namun hingga sebelum kepindahannya ke Gerindra, Norhayati masih belum menerima klarifikasi.

“1,5 Tahun saya menunggu kepastian dari PDIP untuk diberikan penugasan, tapi saya harus punya sikap dan tekad untuk melangkah dan melanjutkan perjalanan politik saya,” jelas Norhayati.

Wanita kelahiran Tanjung Selor 27 September 1973 itu mengatakan, pada saat PDIP memberikan sanksi untuk mencopot dirinya dari struktural partai, ia masih setia berseragam merah. Namun ia belum menerima kejelasan soal karir politik ke depan.

Baca juga  Jokowi rangkul Presiden Palestina dan sampaikan keprihatinan mendalam

“Saya masih bertahan, dan sebenarnya saya setia menunggu pada detik akhir penugasan yang akan diberikan kepada saya tetapi saya belum dikasih kesempatan,” ujarnya.

Di sisi lain, Norhayati ini selain bergabung ke Partai Gerindra, Ia juga masuk dan terdaftar sebagai Bakal Calon Legislatif Dapil I Kalimantan Utara. Nama Norhayati masuk sebagai bacaleg setelah diusulkan pada tahapan pencermatan DCT di KPU Kalimantan Utara. (*) 

Baca juga

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer