MAKASSAR – MA (21), mahasiswi di Makassar, Sulawesi Selatan, menjadi korban penipuan lowongan kerja hingga berujung pemerkosaan. Mahasiswi asal Nunukan, Kalimantan Utara tersebut diiming-imingi gaji Rp 3 juta oleh pelaku untuk menjadi baby sitter.
Dialnsir detikSulsel, korban mendapat tawaran kerja itu melalui media sosial. Menurut hasil pemeriksaan sementara, korban awalnya berkenalan dengan pelaku di Facebook. Kemudian korban melamar pekerjaan yang diposting oleh pelaku di media sosial.
“Di Facebook alasannya itu pelaku, dia pasang di sosmed butuh baby sitter dijanjikan Rp 3 juta,” tutur IK, seorang warga di sekitar lokasi kejadian, Rabu (13/5/2026).
MA sendiri akhirnya diminta datang ke sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate. Namun, bukannya mendapat pekerjaan, korban malah disekap di rumah tersebut selama 3 hari mulai Jumat (8/5) hingga Minggu (10/5).
Korban kemudian ditemukan oleh pemilik kontrakan yang datang pada Minggu untuk mengecek rumah kontrakannya. Saat itu, pelaku yang berinisial FR (30) sudah tidak ada di tempat. Hingga sekarang FR masih kabur dan dicari keberadaannya.
“Yang punya rumah pertama kali dapatki itu korban. Kan ini pelaku sewa rumah ini dia kontrak, pas dia mau cek rumahnya karena sudah habis sewanya,” tuturnya.
“Jadi pergi mi yang punya rumah cek yang sewa, pas dia mau buka pintu rumah ada muncul ini perempuan dari dalam rumah, dilihat dari jendela rumah,” imbuh IK.
Menurut IK, korban merupakan mahasiswi dari Nunukan, Kalimantan Utara yang berkuliah di Makassar. Alasan korban menerima tawaran kerja dari pelaku diduga karena membutuhkan biaya kuliah.
“Iya (korban asal Kalimantan) aslinya di KTP-nya, perbatasan Nunukan,” katanya.
Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Tamalate, Iptu Abd Latif mengatakan pihaknya masih mengusut korban diduga mengalami penipuan modus lowongan pekerjaan. Latif menyebut pelaku dan korban baru berkenalan di mediasosial.
“Saat ini pelaku masih dalam proses penyelidikan dan pengejaran. Ketika petugas tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi, pelaku sudah melarikan diri dan tidak berada di TKP,” beber Latif. (***)
Sumber : detik.com





