“Satu Video, Satu Kampung Geger: Ketika Isu Teror Pocong Viral Menguji Nalar Warga Bulungan”

redaksi

Oleh: Rachmad Rhomadhani

Beberapa hari terakhir, jagat media sosial warga Bulungan mendadak ramai. Bukan karena diskon besar-besaran, bukan pula karena konser artis ibu kota. Kali ini yang menjadi perbincangan adalah sosok yang selama puluhan tahun menjadi “bintang” cerita horor Indonesia: pocong.

Video yang diduga menampilkan teror pocong beredar cepat dari satu grup WhatsApp ke grup lainnya. Belum sempat satu orang selesai menonton, video itu sudah berpindah ke puluhan ponsel lainnya. Dalam hitungan jam, cerita berkembang ke mana-mana. Ada yang mengaku melihat, ada yang mengaku mendengar, bahkan ada yang merasa hampir bertemu langsung.
Begitulah dunia media sosial bekerja hari ini. Kadang fakta berjalan kaki, sementara isu berlari menggunakan motor balap.


Fenomena ini membuat sejumlah warga, khususnya di kawasan Tiga Tawai dan Jelarai Tengah, mulai dilanda rasa penasaran sekaligus kekhawatiran. Tidak sedikit yang memilih pulang lebih cepat saat malam hari. Ada pula yang mulai rajin menghubungi keluarga hanya untuk memastikan kondisi sekitar rumah aman.
Yang menarik, di tengah ramainya isu tersebut, Polresta Bulungan tidak memilih diam.

Baca juga  Mendulang Cuan dari Limbah Medis

Patroli gabungan Sat Samapta dan Sat Lantas langsung diterjunkan ke lapangan. Dengan kendaraan roda dua, personel menyisir sejumlah titik yang menjadi pusat perhatian masyarakat. Kehadiran polisi bukan untuk berburu makhluk halus, melainkan memastikan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.

Ini mungkin salah satu momen unik yang jarang terjadi. Ketika media sosial ramai membicarakan pocong, yang turun ke lapangan justru polisi dengan motor patroli.
Namun di balik cerita yang terdengar lucu itu, ada pesan penting yang patut menjadi perhatian bersama.

Era digital membuat informasi bergerak jauh lebih cepat dibandingkan kemampuan kita untuk memverifikasinya. Sering kali video pendek, foto buram, atau narasi tanpa sumber yang jelas langsung dipercaya begitu saja. Padahal belum tentu apa yang terlihat sesuai dengan kenyataan.
Di sinilah pentingnya literasi digital. Sebelum menekan tombol “bagikan”, ada baiknya kita bertanya terlebih dahulu: apakah informasi ini benar? Apakah sumbernya jelas? Atau jangan-jangan kita sedang ikut menyebarkan kepanikan yang sebenarnya tidak perlu?

Baca juga  Strategi Antisipasi Dampak Resesi Global

Kehadiran patroli gabungan Polresta Bulungan patut diapresiasi sebagai bentuk respons cepat terhadap keresahan masyarakat. Polisi tidak hanya berpatroli, tetapi juga berdialog langsung dengan warga, mendengarkan informasi dari lapangan, sekaligus mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah termakan isu yang belum terverifikasi.

Karena pada akhirnya, ancaman terbesar terkadang bukanlah sosok yang muncul dalam video viral, melainkan kepanikan yang lahir akibat informasi yang belum tentu benar.
Bulungan adalah daerah yang aman, damai, dan penuh semangat kebersamaan. Jangan sampai rasa takut yang dibangun oleh spekulasi mengalahkan akal sehat kita sebagai masyarakat yang bijak.

Baca juga  PELAYANAN PUBLIK; STABILISASI HARGA & KETERSEDIAAN BARANG


Kalau memang ada sesuatu yang mencurigakan, laporkan kepada pihak berwenang. Tetapi kalau hanya sekadar video yang belum jelas asal-usulnya, mungkin yang perlu kita waspadai bukan pocongnya, melainkan kemampuan informasi viral dalam mempengaruhi pikiran banyak orang.
Sebab di zaman sekarang, satu video bisa membuat satu kampung geger. Untungnya, satu patroli polisi juga bisa membuat satu kampung kembali tenang.


Dan semoga setelah ini, yang viral di Bulungan bukan lagi soal pocong, melainkan kabar-kabar baik tentang pembangunan, prestasi anak daerah, dan cerita inspiratif yang membuat kita bangga menjadi warga Bulungan. (dd)

Baca juga

Tags

Ads - Before Footer