TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan Syarwani menekankan pentingnya kesiapan administrasi dalam rencana pemekaran kelurahan di wilayah Tanjung Selor. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri pemaparan Kajian Pemekaran Kelurahan di Tanjung Selor, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, pemekaran wilayah tidak hanya berkaitan dengan pembagian batas administratif, tetapi juga harus didukung kesiapan berbagai persyaratan, termasuk dokumen administrasi, sarana pemerintahan, hingga ketersediaan lahan untuk pembangunan kantor kelurahan baru.
“Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari laporan pendahuluan sebelumnya. Kami sangat mengharapkan masukan dan saran konstruktif dari seluruh peserta guna melengkapi dokumen kajian pemekaran di Tanjung Selor Hilir dan Tanjung Selor Hulu,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Bulungan saat ini terus mematangkan rencana pemekaran wilayah di ibu kota kabupaten. Kajian yang dilakukan difokuskan pada penataan wilayah Kelurahan Tanjung Selor Hilir serta pembentukan wilayah baru, yakni Tanjung Selor Timur.
Ia berharap kajian yang disusun dapat menjadi dasar yang kuat dalam pengambilan kebijakan ke depan.
“Terima kasih atas kerja sama seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kajian pemekaran ini. Semoga proses yang sedang berjalan dapat menghasilkan keputusan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Bulungan,” katanya.
Paparan hasil kajian juga dihadiri jajaran DPRD Kabupaten Bulungan, unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kabupaten Bulungan, ketua komisi terkait, serta perwakilan dari Kelurahan Tanjung Selor Hulu dan Tanjung Selor Hilir.
Syarwani menegaskan, pemekaran kelurahan merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat pemerataan pembangunan, serta mendekatkan layanan pemerintahan kepada masyarakat.
“Pemekaran ini diharapkan menjadi langkah konkret untuk mempercepat pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan warga Bulungan,” tutupnya. (wd26/nn)





