‎Angka Kematian Ibu di Bulungan Melandai, Dinkes Fokus Tekan AKB

redaksi

Ilustrasi. (FOTO:Ist)

‎TANJUNG SELOR – Angka kematian ibu atau AKI di Kabupaten Bulungan diyakini sudah mengalami penurunan signifikan dalam beberapa tahun terkahir. Meski begitu, angka Kematian Bayi atau AKB masih menjadi pekerjaan rumah Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan. ‎‎Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan Imam Sujono, mengatakan berbagai upaya pencegahan terus dilakukan.‎‎

“Kalau angka Kematian ibu sebetulnya itu sudah sangat menurun ya, dari beberapa tahun ini angka kematian ibu tinggal satu dua, satu dua gitu,” ujar Imam, saat dikonfirmasi Pena Kaltara, Senin (29/6/2026)‎‎.

Berdasarkan catatan data Dinkes Bulungan, tren penurunan AKI Tahun 2023 sebanyak 2 kasus, 2024 sebanyak 1 kasus, dan 2025 sebanyak 1 kasus. Sementara AKB masih tergolong Tinggi di angka 45-50, tiga Tahun kebelakang.‎‎

Baca juga  Dari Long Buang untuk Indonesia: Kunjungan Hj. Rahmawati Zainal Buka Semangat HUT RI dan Akselerasi Pembangunan Hijau Bulungan

Berbeda dengan Angka kematian Ibu, Imam Sujono menyebut Angka Kematian Bayi masih tergolong tinggi di Kabupaten Bulungan.

‎‎”Yang masih tinggi itu sebetulnya angka kematian bayi, nah inilah kalo ditanya penyebabnya apa, sebetulnya kan faktornya banyak,” katanya.

‎‎Menekan AKB tersebut, Dinkes Bulungan berupaya memperkuat SDM kesehatan. Saat ini RSUD Tanjung Selor sudah memiliki 5 dokter spesialis, termasuk 1 sub spesialis, para spesialis juga diturunkan langsung ke puskemas untuk pendampingan.

Baca juga  PGI Kabupaten Bulungan Gelar Aksi Donor Darah, Wujud Kepedulian Sosial

‎‎”Dari sisi SDM kita sudah sangat luar biasa ya, pelatihan terus kemudian pendampingan dari rumah sakit, para spesialis kita untuk hadir ke puskemas untuk melakukan pendampingan,” jelasnya.

Imam menegaskan, upaya menekan AKI dan AKB bukan hanya tugas Dinkes. Diperlukan strategi penta helix yang melibatkan semua pihak.‎‎

“Angka kematian ibu dan bayi itu bukan hanya tangung jawab Dinas Kesehatan, ini tangung jawab kita semua, ada strategi penta helix ya, ada pemerintah ada Dinkes sendiri, kemudian ada lintas OPD, korporat itu ya perusahaan, akademisi, mahasiswa, kemudian media massa juga gitu,” tegasnya.

Baca juga  Kenali Gejala, Waspadai Flu Singapura pada Anak

Ia menghimbau ibu hamil untuk rajin melakukan pemeriksaan kehamilan sejak trimester pertama hingga selanjutnya. “Harus kontrol rajin ke sarana kesehatan,” pungkasnya. (ve26/nn)

Baca juga

Tags