TANJUNG SELOR – Pemerintah kabupaten Bulungan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) belum menerapkan pembelajaran daring meski sejuah ini kabut asap mulai terditeksi di Tanjung Selor, Bulungan.
Kabid Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas), pada Disdikbud Bulungan, Setim Jalung, mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut sambil menghibau sekolah untuk mengingatkan kewaspadaan. Sejauh ini belum ada kebijakan belajar dari rumah atau daring, diketahui dampak kesehatan dari kabut asap saat ini belum dikategorikan ekstrem.
“Gini, kabut asap yang diceritakan saat ini kan belum dikatakan ekstrem ya. Dari kesehatan juga belum ada yang berdampak, bahwa banyaknya orang sakit karena asap, belum ada,” ujarnya. Jumat (21/8).
Meski demikian, Setim meminta pihak sekolah tetap waspada terhadap kualitas udara. Ia mengimbau agar sekolah memberikan edukasi kepada siswa untuk membiasakan diri menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
“Kita harus waspada. Kami imbau biasakan hidup bermasker kalau keluar ruangan. Kemudian jangan membakar sembarangan, nanti makin parah,” katanya.
Setim menambahkan, pihaknya saat ini masih menyusun surat edaran terkait kewaspadaan kabut asap untuk disebarkan ke sekolah-sekolah. Surat tersebut akan dikeluarkan melihat perkembangan situasi beberapa hari ke depan.
“Kita melihat situasi kondisinya, yang bagus kita kasih peringatan dulu sebelum berdampak. Sampai saat ini belum ada laporan yang masuk ke kita,” jelasnya.
Ia juga membenarkan masih adanya kebakaran lahan di wilayah Bulungan, menurutnya, kabut asap yang ada saat ini merupakan kombinasi asap lokal dan kiriman.
“Hingga pagi ini memang tidak ada hujan. Kabutnya ada sebenarnya, sudah berdampak. Tapi kita tetap pantau bersama Dinas Kesehatan,” pungkasnya. (ve26/nn)










