Dampak Dolar Menguat, Pengeluaran Rumah Tangga Naik Rp200 Ribu

redaksi

Aktivitas jual beli sembako salah satu pasar di Tanjung Selor. (FOTO:Yohanes/PENA KALTARA)

TANJUNG SELOR – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai berdampak pada pengeluaran rumah tangga di Kabupaten Bulungan. Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok membuat warga harus menambah anggaran belanja bulanan hingga ratusan ribu rupiah.

Hal itu dirasakan Helena Hieng, warga Tanjung Palas Tengah, yang rutin berbelanja kebutuhan, keluarga di Tanjung Selor. Ia mengatakan pengeluaran rumah tangganya meningkat sekitar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per bulan dibanding sebelumnya.

“Iya berubah banget. Dulu Rp200 ribu udah cukup buat sayur, lauk, sama kebutuhan lainnya Sekarang buat 2 hari aja udah habis. Jadi belanjanya harus lebih sering tapi beli dikit-dikit,” ujar Helena saat ditemui di Pasar Tanjung Selor, Jumat (5/6/2026).

Baca juga  Gelar Silaturahmi dan Ramah Tamah Komponen Masyarakat Bulungan: Menjaga Toleransi dan Kondusifitas Wilayah

Menurutnya, kenaikan harga paling terasa terjadi pada minyak goreng, tepung terigu, dan gula pasir. Sementara harga bawang merah dan bawang putih juga masih tinggi meski kerap mengalami fluktuasi.

“Minyak goreng sama tepung terigu paling terasa. Terus gula juga naik. Kalau bawang putih sama bawang merah naik turun, tapi sekarang lagi mahal,” katanya.

Kenaikan harga tersebut membuat uang belanja yang sebelumnya cukup untuk beberapa hari kini lebih cepat habis. Akibatnya, ia harus lebih sering berbelanja dengan jumlah barang yang lebih sedikit.

“Dulu Rp200 ribu sudah cukup buat sayur, lauk, sama kebutuhan lainnya. Sekarang untuk dua hari saja sudah habis. Jadi belanjanya harus lebih sering, tapi beli sedikit-sedikit,” ungkapnya.

Meski demikian, Helena tidak dapat mengurangi pembelian kebutuhan pokok karena merupakan kebutuhan utama keluarga sehari-hari. “Kalau kebutuhan sehari-hari tidak bisa dihentikan. Tetap harus dibeli,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah dapat memperkuat pengawasan harga bahan pokok di pasaran dan kembali menggelar operasi pasar untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga.

Baca juga  Teguhkan Semangat Kebhinekaan Melalui Tarian Masal di Gelaran Birau Bulungan 2025

“Kalau bisa ada operasi pasar lagi supaya harga minyak, gula, dan beras tidak terlalu tinggi. Pedagang yang menaikkan harga seenaknya juga perlu diawasi. Kami ibu-ibu yang paling merasakan dampaknya,” harapnya.

Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok di Tanjung Selor disebut turut dipengaruhi menguatnya dolar AS terhadap rupiah dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut berdampak pada biaya distribusi dan harga barang yang beredar di pasaran, sehingga beban pengeluaran rumah tangga masyarakat ikut meningkat. (ve26/nn)

Baca juga

Tags

Ads - Before Footer